Selama 10 tahun terakhir, Khosrowshahi memimpin perusahaan travel Expedia. Dia menghabiskan waktunya untuk menjadi selangkah lebih maju dari Airbnb dan startup lain yang meramaikan ranah ini.
Di bawah kepemimpinannya, pendapatan Expedia meningkat 18% dari tahun ke tahun. Melihat rekam jejak tersebut, Uber optimistis Dara adalah potensi yang bagus untuk memajukan perusahaannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara mantan CEO Uber Travis Kalanick dikecam karena kesediaannya menjadi salah satu penasihat pemerintahan Donald Trump, (namun belakangan Kalanick mundur dari jajaran dewan penasihat Trump), Khosrowshahi sejak awal sangat vokal menentang Presiden AS ke-45 tersebut.
Banyak di antara pemikirannya dipengaruhi latar belakangnya yang seorang imigran asal Iran. Revolusi Iran membawa Khosrowshahi dan keluarganya pindah ke AS. Saat itu usianya masih sembilan tahun.
"Sangat penting untuk memiliki perbatasan yang aman. Namun pada saat bersamaan kita tidak bisa melupakan apa yang membawa kami dan para imigran ke sini. AS adalah negeri para imigran," ujarnya seperti dikutip dari Financial Times, Senin (28/8/2017).
Di usianya yang kini menginjak 48 tahun, Khosrowshahi sudah menorehkan perjalanan karir yang cukup panjang. Sebelum menjadi CEO Expedia, dia memulai karirnya di industri perbankan.
Khosrowshahi kemudian menjajal bidang lain dengan bekerja di perusahaan media dan internet IAC milik pebisnis Amerika Barry Diller. Khosrowshahi menyebut dirinya ebagai perwujudan American dream.
Sejak mengambil peran sebagai CEO Expedia di 2005, jajaran eksekutif perusahaan tersebut berjuang menghadapi resesi ekonomi yang membuat orang-orang memangkas anggaran perjalanan. Di masa inilah startup seperti Airbnb mendapat panggung untuk bersinar.
Meski tak mudah, seperti sudah diulas di awal, Khosrowshahi berhasil membawa Expedia tidak goyah. Kini, kemampuannya akan diuji dalam memimpin Uber. Sepeninggal Kalanick, Uber punya sejumlah masalah yang harus diselesaikan.
Selain sikap kontroversial Kalanick yang mempengaruhi citra Uber, perusahaan ride sharing ini juga direpotkan dengan gugatan hukum yang dilakukan Waymo, perusahaan mobil otonom milik Alphabet. (rns/fyk)