Sabtu, 19 Agu 2017 19:15 WIB

Tapal Batas

TNI Boleh Narsis di Medsos, Tapi Ada Aturannya

Rachmatunnisa - detikInet
(Rachman Haryanto/detikcom) (Rachman Haryanto/detikcom)
Entikong - Banyak sisi menarik anggota TNI terungkap di media sosial (medsos) dan kerap menuai pujian netizen. Memang tak ada larangan bagi anggota TNI narsis di medsos. Meski demikian, tetap ada aturan yang harus dipatuhi.

Kepala Seksi Operasi Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Batalyon Infanteri 131/Braja Sakti, Lettu Inf. Septyan Dwi Nuryadi mengatakan, ada sejumlah hal yang boleh dan tidak boleh diposting anggota TNI di medsos.

"Berpose tidak pantas menggunakan seragam, mengomentari sebuah pandangan yang memihak, memposting hal-hal yang bersifat operasional dan strategis, misalnya pada saat latihan atau penugasan, itu di antaranya yang tidak diperbolehkan," kata Septyan saat dikunjungi tim Tapal Batas detikcom di Pos Satuan Tugas Pengaman Perbatasan Indonesia-Malaysia di Entikong, Kalimantan Barat.

Karena, bagaimanapun, semua hal yang diposting di akun pribadi, tetap akan dikaitkan dengan lembaganya. Prajurit TNI juga diwajibkan menjaga kerahasiaan informasi berkaitan dengan tugasnya.

Di sisi lain, penggunaan medsos diakui Septyan sedikit banyak telah membantu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap TNI. Dia menyadari ada beberapa kegiatan atau cerita menarik sisi lain TNI di kesatuan tempatnya bertugas, yang bisa dibagi.

"Tapi sejauh ini memang belum, Satgas kami belum. Kegiatan kami baru untuk dokumentasi internal. Tapi kemungkinan akan ke sana (menggunakan medsos)," ujarnya.

TNI Boleh Narsis di Medsos, Tapi Ada Aturannya(Rachman Haryanto/detikcom)


Wajah Ramah TNI Masa Kini

Tahu kan, anggota TNI yang menyanyikan 'Despacito' diganti dengan lirik yang nasionalis? Ini hanya salah satu contoh yang memperlihatkan wajah TNI sekarang lebih humanis dan persuasif.

Lembaga TNI, seperti disebutkan Kepala Penerangan Korem 121/Abw Sintang Mayor Sumaji, saat ini memang tengah berupaya mengubah citranya yang terkesan galak dan seram, menjadi lebih ramah.

"Itu memang yang kita ingin ubah bahwa kami nggak seram. Kami selalu berusaha dekat dengan masyarakat. Karena salah satu tugas kami memang mengayomi masyarakat. Memangnya kami seram?" canda Sumaji dimintai pendapat di tempat yang sama.

TNI Boleh Narsis di Medsos, Tapi Ada Aturannya(Foto: Rachman Haryanto/detikcom)


Di wilayah penugasan yang terpencil seperti di perbatasan negara, kedekatan anggota TNI dengan penduduk asli begitu terasa. Tak hanya menjaga wilayah kedaulatan negara, prajurit TNI juga banyak berinteraksi dengan penduduk sekitar melalui berbagai kegiatan sosial.

"Jadi prajurit itu harus bisa segala macam. Karena kami ada yang membantu mengajar di sekolah, gotong royong dengan warga bangun jembatan atau jalan. Tidak ada jarak dengan penduduk," tuturnya.

Citra seram yang melekat, menurutnya hanyalah persepsi yang tumbuh di zaman dulu. Wajah seram itu sekarang sudah banyak berubah.

Lembaga TNI sendiri terbilang rajin memanfaatkan medsos. Setidaknya hal ini terlihat dari akun medsos resmi Pusat Penerangan (Puspen) TNI. Di Twitter @Puspen_TNI misalnya, para admin medsos yang bertanggungjawab atas akun medsos tersebut berinteraksi dengan luwes dan jauh dari kesan formal. Tak jarang, @Puspen_TNI juga melontarkan candaan yang menghibur.

Begitu juga dengan akun YouTube Puspen TNI, video nyanyian 'Despacito' mencuri perhatian karena menebarkan pesan positif dengan cara kreatif. Puspen TNI juga memanfaatkan saluran medsos untuk menyapa masyarakat, mengklarifikasi hoax, dan mengumumkan informasi layanan publik.

Pola komunikasi yang gaul dan asyik ini pun disambut baik netizen. Tanpa harus terkesan kaku dan galak, anggota TNI tetap berwibawa dengan citra yang lebih ramah. Setuju?


Simak cerita lain dari wilayah perbatasan di tautan Tapal Batas detikcom. (rns/yud)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed