Jumat, 11 Agu 2017 08:51 WIB

Wakuliner Menjawab Tantangan e-Commerce 'Makan-makan'

Yudhianto - detikInet
Ilustrasi. Foto: iStock Ilustrasi. Foto: iStock
Jakarta - Kuliner bisa dibilang telah menjadi komoditas menggiurkan di era e-commerce. Peluang ini pun coba dimanfaatkan sebuah layanan bernama Wakuliner yang mengklaim sebagai marketplace kuliner pertama di Indonesia.

Wakuliner sendiri merupakan singkatan dari Wadah Kuliner yang menyediakan beragam jenis kuliner, dan dapat diakses melalui aplikasi ponsel di sistem operasi Android dan iOS. Layanan ini didirikan oleh seorang bernama Anthony Gunawan sejak Juni 2016, namun baru benar-benar bisa diakses mulai Juli 2017 kemarin.

Menurut Anthony, gagasan membuat layanan Wakuliner merupakan hasil riset dan pengembangan yang diambil idenya dari sejumlah perusahaan kuliner baik di dalam dan luar negeri.

"Konsep marketplace kuliner ini merupakan ide atau inovasi awal kami sendiri, dan kebetulan pertama di Indonesia," klaimnya, melalui keterangan yang diterima detikINET, Jumat (11/8/2017).

Lebih lanjut, Anthony optimis Wakuliner dapat menggaet sebanyak 10 ribu merchant yang tersebar di 50 kota di seluruh Indonesia. Sementara diharapkan konsep ini bisa menggaet 250 ribu pengguna awal sebelum grand launching Wakuliner dilakukan.

"Saat ini kurang lebih sudah ada sekitar 3.600 merchant yang tersebar di 60 kota, di antaranya Jabodetabek, Bandung, Bali, Solo, Surabaya, Palembang hingga Makassar," jelasnya.

Wakuliner Menjawab Tantangan e-Commerce 'Makan-makan'Foto: wakuliner

Sesuai kategorinya sebagai marketplace, layanan Wakuliner mengadopsi metode consumer to consumer (C2C) dan business to consumer (B2C). Artinya masyarakat umum dapat membuat toko online dan berjualan melalui marketplace yang disediakan Wakuliner.

Anthony juga sesumbar platform Wakuliner nantinya akan menggabungkan seluruh bentuk usaha katering, mulai dari usaha rumah tangga penyedia katering sampai usaha katering event organizer untuk melayani acara penting.

"Kami sudah menyiapkan beragam fitur terbaik untuk memudahkan masyarakat dalam menggunakan aplikasi marketplace Wakuliner, seperti fitur Waku-Antar, Waku-Wiku dan Waku-Katering yang memiliki fungsi masing-masing," umbarnya.

Harga Kompetitif jadi Tantangan

Bukannya tanpa tantangan, Anthony menambahkan kalau tak sedikit orang yang masih sensitif soal harga. Meski rasa makanannya tak kalah penting, faktor harga juga jadi pertimbangan penting konsumen sebelum melakukan pemesanan.

Tantangan ini pun jadi pekerjaan rumah bagi Wakuliner dan merchant, supaya mampu menawarkan harga yang kompetitif. Di sisi lain tantangan ini juga berkaitan dengan usaha Wakuliner untuk membangun platform itu sendiri.

"Tantangan lainnya adalah masalah biaya, banyak orang yang cari free ongkir dan harga makanan yang murah. Banyak yang lebih memilih itu daripada rasa makannya. Ini jadi tantangan bagi kami maupun merchant, untuk memberi harga yang kompetitif," pungkas Anthony.

(yud/yud)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed