Kamis, 10 Ags 2017 16:32 WIB

Mau Magang di GO-JEK? Begini Caranya

Adi Fida Rahman - detikInet
Kantor GO-JEK. Foto: detikINET/Ari Saputra Kantor GO-JEK. Foto: detikINET/Ari Saputra
Jakarta - GO-JEK menjadi salah satu perusahaan yang diincar para mahasiswa untuk berkarier kelak ketika lulus. Tapi sembari menunggu, kamu bisa kok magang di perusahaan besutan Nadiem Makarim itu.

GO-JEK baru saja meresmikan GO-ACADEMY. Di dalamnya terdapat program yang memungkinkan kamu untuk magang di GO-JEK.

Ada GO-SCHOLAR, sebuah program beasiswa untuk mencetak talenta andal untuk industri digital di Tanah Air. Selama enam bulan, kamu akan ditempa dengan berbagai ilmu pemrograman dan magang di GO-JEK.

Hanya saja jalur ini tidak mudah. Peminat harus lolos serangkaian tes secara online. Selain itu, kamu juga wajib meluangkan waktu khusus selama enam bulan.

"Peserta harus mendedikasikan waktunya selama enam bulan. Karena program ini sangat intensif," terang Lita Kumala Dewi, VP of Talent Management Go-Jek saat ditemui kantornya beberapa wkatu lalu.

Cara kedua sedikit lebih ringan, yakni GO-SQUAD. Merupakan program magang yang diperuntukkan bagi mahasiswa.
Mau Magang di GO-JEK? Begini CaranyaSalah satu sudut kantor GO-JEK. Foto: detikINET/Ari Saputra

Head of GO-ACADEMY, Vicario Reinaldo, menuturkan program ini baru dibesut pihaknya pada liburan tahun 2017. Meski terhitung baru, ratusan surat pengajuan diterima oleh GO-JEK.

"Tahun ini ada 10 orang yang kami terima untuk magang di GO-JEK. Tidak saja dari Indonesia, beberapa dari universitas luar," ungkap Vicario di tempat yang sama.

Seperti GO-SCHOLAR, program ini pun ada proses penyaringannya. Tapi caranya tidak sesulit program beasiswa Go-Jek.

Mahasiswa akan diwawancara oleh bagian human resource dan manager bagian yang menerima peserta magang. "Kami akan melihat potensi, willingness to learn and drive, serta curiosity," kata Lita menimpali.

Berbeda dengan proses magang di perusahaan umumnya, di GO-JEK, peserta internship tidak hanya melakukan proses keseharian kerja. Lebih dari itu, mereka pun akan diberi tanggung jawab lewat sebuah proyek khusus.

Lewat proyek tersebut, diharapkan peserta magang bisa lebih mendapatkan banyak hal. Apalagi dalam prosesnya mereka akan dimentori oleh para karyawan senior dan bahkan direksi GO-JEK langsung.

"Ini bisa dikatakan miniatur GO-SCHOLAR tanpa bootcamp. Kami juga memberikan training softskill, mulai dari komunikasi dan cara belajar. Setidaknya selepas magang ada yang mereka bisa banggakan," ujar Lita.

Program GO-SQUAD sendiri terbuka untuk semua jurusan. "Pengajuannya bisa kapan saja, tinggal cek di website kami," pungkas Lita. (afr/fyk)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed