Selasa, 08 Agu 2017 17:07 WIB

Anak Muda Berbakti Ini Belikan Ibu Mobil Mewah

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sang ibu dibelikan Tesla. Foto: Instagram Sang ibu dibelikan Tesla. Foto: Instagram
Jakarta - Steven Elliott Ng memang anak berbakti. Ia baru saja membelikan mobil SUV jenis Honda pada pamannya sebagai balas budi. Ternyata sebelumnya, dia sudah lebih dulu memberikan mobil mewah pada ibunya.

Steven ini sukses berat berbisnis startup. Ia punya beragam ide bagus, seperti dompet canggih sampai jam tangan mewah tapi harganya terjangkau. Kemudian Steven mencari dananya melalui penggalangan di website Kickstarter.

Total ia sudah mengumpulkan lebih dari USD 1,5 juta dari 10 kali penggalangan dana di Kickstarter. Pemuda usia 23 tahun lulusan University of California, Los Angeles ini sudah mulai melakukan bisnis itu di tahun 2012.

Saat ini, dia sibuk menjual jam Havok Racer Chronograph yang juga awalnya didanai dari Kickstarter. Tak heran ia bisa membelikan ibunya mobil Tesla, dan kemudian pamannya kebagian juga.
Sebelum Pamannya, Pemuda Ini Belikan Ibu Mobil MewahSteven dan kekasihnya. Foto: Instagram

"Menjadi lelaki bukan berarti ketika kamu sudah berumur 18 tahun atau 40 tahun. Bukan pula harus menghasilkan banyak uang dan sukses. Arti menjadi lelaki adalah bertanggungjawab akan apa yang harus kamu lakukan. Memperhatikan di luar dirimu sendiri. Memberi lebih banyak. Pria sejati memperhatikan ibunya sebaik yang mereka bisa," tulisnya di Instagram.

Steven selalu mandiri sejak muda. Ia membiayai hidupnya dan kuliahnya sendiri, setelah pada tahun 2012 berhasil menjual produk pertamanya, sebuah dompet inovatif bernama Dash Wallet. Dia berhasil menjual ribuan unit dan mendapatkan uang sekitar USD 64 ribu.

Saat ini dia sudah cukup kaya dan fokus membesarkan perusahaan jam Havok. Steven sudah memiliki 7 karyawan dan berencana terbang lebih tinggi. Dia juga baru saja masuk 30 Under 30 versi majalah Forbes, daftar bergengsi pebisnis muda potensial.
Sebelum Pamannya, Pemuda Ini Belikan Ibu Mobil MewahJam Havok jualan Steven. Foto: Instagram

"Salah satu alasan kenapa aku aku ingin mendirikan perusahaan sejak usia 19 tahun adalah karena aku berasal dari keluarga biasa dan aku perlu berkontribusi. Aku tak ingin menjadi beban bagi orang tua," kata Steven yang dikutip detikINET dari Next Shark.

"Aku kemudian bisa bayar sendiri kuliahku dan hidupku. Bahkan bisa memberi sesuatu pada keluargaku," pungkasnya.

Pada awal kuliah, Steven selalu meraih IP sempurna 4. Tapi gara-gara sibuk berbisnis, nilainya turun dan sempat terbersit olehnya drop out saja. Beruntung, ia tetap bisa bertahan dan akhirnya lulus. Hebat, Steven! (fyk/rou)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed