Jumat, 28 Jul 2017 13:47 WIB

Siapa Otak di Balik Negara Luar Angkasa Asgardia?

Yudhianto - detikInet
Foto: istimewa Foto: istimewa
Jakarta - Asgardia, konsep negara luar angkasa yang sekarang tengah naik daun pertama kali dicetuskan oleh seorang bernama Igor Ashurbeyli. Siapa dia?

Igor Ashurbeyli bukan orang baru di jagat ilmu angkasa. Setelah sebelumnya meninggalkan jabatan sebagai CEO Almaz-Antey, kontraktor pertahanan terbesar di Rusia, Ashurbeyli sempat mengalihkan fokusnya pada Socium Holding, perusahaan yang didirikannya sendiri pada 1988.

Bersamaan dengan itu, ia juga mendirikan pusat penelitian internasional luar angkasa yang berpusat di Wina, Austria, sekaligus merupakan pemimpin redaksi untuk majalah luar angkasa bernama Room.

Seperti dilansir Geek Wire, Jumat (28/7/2017), idenya yang ingin menciptakan negara luar angkasa Asgardia merupakan upayanya menantang Perjanjian Luar Angkasa tahun 1967. Ashurbeyli sendiri berencana meluncurkan satelit pertama Asgardia-1 yang ditugaskan untuk menentukan teritori mana yang pantas ditempati Asgardia nnantinya.

"Asgardia adalah negara yang direncanakan sangat matang dan independen, dan akan menjadi salah satu anggota PBB," kata Ashurbeyli di sebuah konferensi pers di Perancis.

Sayannya sejauh ini Ashurbeyli masih belum mau memaparkan soal spesifikasi teknis satelit yang akan diluncurkannya. Ia hanya sesumbar kalau proyek Asgardia sepenuhnya dibiayai oleh dirinya sendiri. Namun Ashurbeyli membuka kesempatan bagi investor yang berminat mendanainya.

"Tentu saja kami akan membuka peluang pendanaan secara crowdfunding, sourcing, maupun dari pribadi. Kami juga membuka kerjasama untuk rekanan atau investor," katanya.

Meski terlihat percaya diri, ambisi Ashurbeyli diragukan sejumlah pihak. Salah satunya dilontarkan oleh Joseph Pelton, mantan Dekan di International Space University. Menurutnya, Ashurbeyli hanya ilmuwan roket luar angkasa gila yang membahas hal tak masuk akal saat ini.

"Bukan hal yang mengejutkan ketika hari ini atau besok ada yang membicarakan seorang ilmuwan gila bermimpi hal tak masuk akal," sindir Pelton. (yud/fyk)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed