Rabu, 12 Jul 2017 20:27 WIB

Driver Taksi Online Bukan Sopir Pribadi

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: BBC Magazine Foto: BBC Magazine
Jakarta - Taksi online makin jadi pilihan, karena memberikan kenyamanan seperti mobil pribadi. Tapi sejumlah penumpang sering lupa diri karena menganggap driver taksi online bak sopir pribadi mereka.

Uber menyadari hal itu. Karenanya perusahaan yang didirikan Travis Kalanick itu memperbarui panduan penggunaan layanan ride sharing mereka. Panduan tersebut tidak hanya bagi penumpang saja, tapi juga mitra driver.

Saksikan video 20detik mengenai Kebijakan Baru Uber di sini:


Poin pertama adalah saling menghormati. Perlakukanlah penumpang ataupun mitra-pengemudi sebagaimana kita ingin diperlakukan.

Driver Taksi Online Bukan Sopir PribadiFoto: internet


"Ingat, mitra driver itu bukan sopir pribadi atau orang suruhan. Kami merupakan mitra berbagi tumpangan," kata Dian Safitri, Head of Communication Uber Indonesia saat memaparkan panduan penggunaan layanan Uber di kantornya, Jakarta, Rabu (12/7/2017).

Pihak Uber menghimbau keduabelah pihak untuk bersikaplah santun dengan tidak membentak atau berteriak, menyumpah serapah, atau membanting pintu mobil. Disarankan merapikan kendaraan sebelum turun dan membawa keluar sampah maupun membersihkan minuman yang tumpah.

"Paling penting, jangan lupa bahwa saat menggunakan Uber kita akan bertemu dengan orang yang penampilan atau pemikirannya berbeda. Hargailah perbedaan-perbedaan itu. Kami ingin setiap orang merasa diterima dengan terbuka saat menggunakan Uber," jelas Uber.

Poin kedua, memberikan ruang pribadi bagi penumpang dan mitra-pengemudi. Tidak masalah ngobrol saat berada di dalam mobil. Tetapi mohon tidak berkomentar tentang penampilan seseorang atau bertanya status seseorang.

Baca Juga: Sopir Uber Jelita yang Bikin Penumpang Terpesona

Sangat dilarang menyentuh atau merayu. Sebagai pengingat, Uber memiliki aturan dilarang melakukan aktivitas seksual.

Poin ketiga saling mengutamakan keselamatan. Semua orang memang ingin selamat sampai ke tujuan. Tapi harus tetap mematuhi hukum setempat.

Penumpang di kursi depan maupun belakang, diwajibkan pasang sabuk pengaman. Gunakan helm saat menggunakan layanan ojek online. Mitra pengemudi perlu menjaga batas kecepatan dan tidak mengirimkan SMS saat mengemudi.

"Lewat aplikasi Uber mengetahui indikasi jika kecepatan melebihi batas atau mengerem mendadak. Akan ada pemberitahuan yang muncul. Jika mitra pengemudi memegang ponsel pun akan diketahui aplikasi," ungkap Dian.

Terakhir disarankan untuk memberikan masukan untuk meningkatkan layanan. "Jangan lewat media sosial. Isikan rating setelah selesai sampai ditujuan. Kami memerlukan data spesifik," pungkas perempuan berkacamata ini. (afr/rou)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed