Senin, 10 Jul 2017 19:23 WIB

Tahanan Kabur dari Penjara Dibantu Drone

Agus Tri Haryanto - detikInet
Ilustrasi (Foto: Hasan Al Habshy/detikcom) Ilustrasi (Foto: Hasan Al Habshy/detikcom)
Jakarta - Penjara di South Carolina, Amerika Serikat yang dikenal dengan penjagaan yang paling ketat, harus kecolongan karena ada tahanan yang kabur berkat bantuan dari drone. Bagaimana bisa?

Jimmy Causey yang ditahan karena kasus penculikan, melakukan cara baru dalam pelariannya dari sebuah penjara dengan memotong kawat pagar. Terdengar sederhana, tapi secara kronologisnya, cara dia melarikan diri seperti dalam film-film Hollywod.

Berdasarkan hasil penyelidikan pejabat setempat, Causey kabur dengan bantuan sebuah perangkat, yakni drone. Pasalnya, penjara ini memiliki pagar kawat tinggi dan hamparan lapang sejauh 45,72 meter antara penjara dan blok sel. Sehingga tidak mungkin seseorang dari luar penjara melempar alat pemotong kawat untuk masuk ke dalam penjara.

"Kami percaya sebuah drone digunakan untuk terbang dan membawakan alat yang memungkinkannya untuk melarikan diri," ujar South Carolina Corrections Director, Bryan Stirling dikutip dari Mashable, Senin (10/7/2017).

Aksi Causey kabur dari penjara ini bukan yang pertama kalinya. Tahanan yang divonis penjara seumur hidup itu pernah kabur pada 2005. Namun, usaha Causey tidak berlangsung lama karena ia berhasil ditangkap kembali ketika ada seorang polisi perempuan menyamar sebagai pengantar pizza.

Diduga, drone tersebut dioperasikan melalui komunikasi ponsel yang berhasil diselundupkan Causey. Drone ini diduga membawa alat pemotong yang dipakai untuk memotong pagar kawat. Sebelumnya, Causey menempatkan sebuah boneka di tempat tidurnya untuk mengelabui penjaga.

Seorang vetaran penegak hukum AS, Kevin Tamez yang tertarik meneliti kaburnya Causey dari penjara di South Carolina menyebutkan kesimpulan yang sama, yakni Causey kabur dengan bantuan drone. Dia mendesak kepolisian setempat untuk mencari pesawat tanpa awak itu yang mungkin jatuh di sesuatu tempat.

"Mereka harus mencari barang selundupan itu, mereka tidak bisa menjatuhkannya seperti bom," ungkapnya.

Tamez mengungkapkan tidak mudah bagi penjaga penjara untuk mengawasi drone selain dengan menambah personilnya untuk mengawal pagar penjara. Di Amerika Serikat sendiri, drone sering disalahgunakan untuk keperluan penyelundupan barang ilegal.

Malangnya, usaha kabur yang kedua kali oleh Causey ini bernasib naas. Dia berhasil diciduk kembali setelah berjarak 1.900 kilometer dari tahanan Lieber di dekat Charleston dengan barang bukti membawa pistol, empat ponsel, dan tumpukan uang tunai.

(rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed