Kamis, 06 Jul 2017 10:23 WIB

Seluk Beluk Vlog yang Jadi Tren Kekinian

Niken Purnamasari - detikInet
Vlog Kaesang. Foto: Screenshot YouTube Kaesang Pangarep Vlog Kaesang. Foto: Screenshot YouTube Kaesang Pangarep
Jakarta - Vlog (Video Blog) menjadi tren kekinian yang banyak dilakukan anak muda di berbagai negara. Hal-hal yang diabadikan melalui vlog pun bermacam-macam, mulai dari aktivitas sehari-hari, traveling, kuliner, otomotif, kecantikan hingga beragam tips.

Dikutip detikcom dari berbagai sumber, Kamis (6/7/2017), kata 'vlog' sudah ada dalam Urban Dictionaries yang memiliki arti video dokumentasi yang berisi tentang hidup, pikiran, opini, dan ketertarikan.

'Demam' vlog mulai terjadi pada awal tahun 2000 oleh seseorang bernama Adam Kontras. Ia memposting video pada laman blognya. Jejak Adam kemudian diikuti oleh Adrian Miles yang mengunggah video dengan mengubah teks pada gambar.

Istilah vlog kemudian 'booming' pada 2004 saat Steve Garfield mengunggah video blog miliknya. Ia pun mengumumkan tahun tersebut adalah tahunnya vlog. Baru pada 2005 popularitas meningkat setelah situs YouTube muncul. Banyak para vlogger (sebutan para pembuat vlog) yang mengunggah video mereka lewat situs tersebut.

Semakin berkembangnya aplikasi media sosial, menjadi ruang bagi para vlogger untuk berekspresi. Mereka tak hanya menggunakan YouTube sebagai sarana tapi juga melalui Instagram, Snap dan Facebook.

Di Indonesia, 'demam' vlog mulai sekitar 2015 lalu. Muncul vlogger-vlogger ternama dari berbagai ketertarikan. Sebut saja seperti Raditya Dika, Gita Savitri Devi hingga putra Presiden Joko Widodo Kaesang Pangarep.

Kaesang turut menjadi salah satu vlogger yang memiliki jumlah viewers jutaan. Dia pernah mengangkat beberapa isu dalam vlog-nya.

Kaesang juga turut melakukan kritik terhadap praktik nepotisme dan intoleransi lewat vlog berjudul #BapakMintaProyek. Sindiran keras dengan kata-kata 'Dasar Ndeso' ia lontarkan kepada para pelaku praktik tersebut.

Namun rupanya ucapan tersebut berbuntut kasus. Seseorang bernama Muhammad Hidayat melaporkan Kaesang atas kata 'Ndeso' yang dinilai mengandung ujaran kebencian.

"Saya melakukan pelaporan tersebut adalah sebagai bentuk kepedulian selaku warga negara yang ingin berkontribusi terhadap kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara. Khususnya yang terkait proses penegakan hukum yang berkeadilan," ujar Hidayat ketika ditemui wartawan di kediamannya di Jaka Sampurna, Bekasi Barat, Rabu (5/7/2017).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pihaknya akan menyelidiki laporan warga tersebut. Sebelum melangkah ke proses penyidikan, polisi tentu akan meminta keterangan dari pelapor, Muhammad Hidayat, terlebih dahulu.

"Tentunya kita mintai keterangan dulu kepada pelapor, laporannya seperti apa. Ya kalau tidak ada unsur pidana, ya kita tutup," tutur Argo. (nkn/fyk)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed