BERITA TERBARU
Kamis, 20 Apr 2017 19:46 WIB

Mark Zuckerberg Sindir 'Aplikasi Orang Kaya' Snapchat

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Mark Zuckerberg. Foto: Getty Images Mark Zuckerberg. Foto: Getty Images
Jakarta - CEO Facebook Mark Zuckerberg mengeluarkan pernyataan yang sepertinya dilontarkan untuk menyindir CEO Snapchat Evan Spiegel yang menyebut aplikasinya hanya ditujukan untuk orang kaya.

Dalam sebuah wawancara, Zuck menyebut kalau Facebook berkomitmen untuk melayani semua jenis pengguna, kaya atau pun miskin, demikian dikutip detikINET dari Techcrunch, Kamis (20/4/2017).

"Saya pikir satu hal yang mungkin tak banyak dipikirkan oleh orang-orang seperti yang kami lakukan adalah inovasi yang bisa melayani semua orang dalam komunitas tak cuma kalangan kelas atas, benar kan?" ujar Zuck dalam wawancara tersebut.

Kemungkinan besar Zuck menyindir Snapchat dalam kalimat tersebut, terutama karena reputasi Snapchat yang sering dianggap sebagai aplikasi untuk orang kaya. Terutama setelah kasus ucapan Spiegel soal Spanyol dan India.

Kabar ini bermula dari salah satu mantan karyawan Snapchat Anthony Pompliano, yang mengadukan Snap ke pengadilan. Pompliano menyebutkan pada 2015, dia pernah bertemu Spiegel, membahas rencana pertumbuhan Snapchat secara global.

Pompliano saat itu menjabat sebagai kepala divisi pertumbuhan Snapchat. "Aplikasi ini hanya untuk orang kaya, dan kami tidak mau berekspansi ke negara miskin seperti India dan Spanyol," kata Pompliano menirukan ucapan Spiegel.
Mark Zuckerberg Sindir 'Aplikasi Orang Kaya' SnapchatEvan Spiegel dan tunangannya Miranda Kerr. Foto: istimewa

Terungkapnya informasi ini memancing kemarahan pengguna di sejumlah negara. Di media sosial misalnya, kebanyakan pengguna dari India mengecam Spiegel. Tak hanya itu, mereka juga mengomentari Snapchat pada ulasan di toko aplikasi dan memberikan bintang satu. Akibatnya, rating Snapchat di Google Play Store dan Apple App Store pun turun.

Menanggapi ini, Snap pun segera memberi pernyataan. Disebutkan Snap, kabar yang menyebutkan Spiegel tidak ingin berekspansi ke negara yang dianggap miskin seperti India adalah omong kosong.

"Ini konyol. Tentu saja Snapchat untuk semua orang. Aplikasi ini tersedia di seluruh negara dan bisa didownload secara gratis," kata juru bicara Snap kepada sejumlah media di India. (asj/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Minggu, 27 Mei 2018 19:03 WIB
    Jutaan pengguna WhatsApp tak bisa menggunakan layanan chat milik Facebook tersebut. Kebijakan pemblokiran ini diberlakukan bagi pengguna di bawah 16 tahun.
  • Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Minggu, 27 Mei 2018 17:07 WIB
    Seri M bisa dibilang adalah lini kamera jagoan buatan Leica. Umurnya pun terbilang panjang, seperti seri M7, yang pertama dirilis pada 2002 silam.
  • Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Minggu, 27 Mei 2018 16:16 WIB
    Menteri Kominfo Rudiantara menargetkan penggelaran kabel serat optik untuk Palapa Ring paket tengah akan selesai pada Agustus dan bisa beroperasi September.
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.
  • Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Minggu, 27 Mei 2018 14:06 WIB
    Essential kini ada di ujung tanduk. Sebab, pengembangan ponsel baru di bawah naungan bapak Android terancam dibatalkan, bahkan sampai perusahaannya mau dijual.
  • Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Minggu, 27 Mei 2018 13:02 WIB
    Selain memperluas akses jaringan 4G, operator seluler XL Axiata yang identik dengan warna biru itu juga melakukan perluasan jaringan 4,5G di 100 kota/kabupaten.