Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Layanan Streaming Video Tak Rugikan Industri Film Indonesia

Layanan Streaming Video Tak Rugikan Industri Film Indonesia


Adi Fida Rahman - detikInet

Foto: Dok. MD Pictures
Jakarta - Makin hari layanan streaming video on demand kian bertambah jumlahnya. Namun hal tersebut dinilai tidak akan merugikan industri film di Tanah Air.

Hal tersebut disampaikan Produser MD Pictures Manoj Punjabi saat acara peluncuran wajah baru aplikasi streaming film Mox Play di Jakarta, Jumat petang (3/2/2017).

Dia mengatakan perkembangan teknologi membuat segala aspek menjadi serba digital. Menurutnya adanya layanan streaming video on demand adalah keniscayaan dan tidak dapat dibendung. "Digital telah mengubah segala hal, dulu setelah film tayang di bioskop, selang beberapa waktu diputar di televisi. Tapi kini mulai berbeda, setelah bioskop lalu hadir di layanan streaming," papar Manoj.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi ini, lanjut Manoj, tidak lantas merugikan industri perfilman. Malah memberi kontribusi pemasukan setelah film tayang di bioskop. Adanya layanan streaming video juga mengurangi pembajakan yang selama ini merugikan industri kreatif.

Foto: detikINET/Adi Fida Rahman

"Produser harus support layanan streaming film seperti Mox tumbuh lebih besar. Sehingga menjadi platform yang memberikan manfaat lebih," kata Manoj.

Namun pria berdarah India ini tidak menepis kehadiran streaming video telah mengrogoti pasar DVD dan Blu-Ray. Masyarakat kini lebih menikmati film lewat streaming dari ponsel, tablet atau televisi. "Penjualan DVD dulu menguntungkan, tapi sekarang tidak," tutur Manoj.

Meski demikian pihak MD Entertainment tidak berencana berhenti merilis DVD film garapannya. Mereka akan tetap mengeluarkan rilisan fisik demi memanjakan para kolektor film.

Lantas akankah MD Entertainment membuat film atau sinetron yang eksklusif tayang di layanan streaming video? "Tentu saja," pungkas produser film Surga Yang Tidak Dirindukan 2 ini. (mag/mag)







Hide Ads