BERITA TERBARU
Senin, 26 Des 2016 07:42 WIB

Alergi Wi-Fi, Wanita Ini Pusing Tiap Dekat Ponsel

Ajeng Anastasia Kinanti - detikInet
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Di tengah perkembangan pesat dunia teknologi, Kim De'Atta justru harus berjuang menjauhi sinyal-sinyal Wi-Fi yang kini bertebaran. Ini karena ia mengaku memiliki alergi terhadap paparan sinyal Wi-Fi.

Menurutnya, gelombang elektromagnetik yang ada akibat sinyal Wi-Fi membuatnya merasakan sakit kepala yang amat hebat, kelelahan dan infeksi. Kondisi ini bahkan membuatnya harus pindah tempat tinggal beberapa kali.

The National Health Service (NHS) sendiri belum mengakui secara resmi tentang alergi tersebut, ini karena sampai saat ini bukti ilmiah untuk membuktikan keberadaannya masih sedikit. Somerset Live melaporkan, kini untuk mencoba melindungi dirinya sendiri di rumah, Kim kerap memakai helm pelindung dan tidur di bawah jaring.

Baca juga: Alergi WiFi, Apakah Hipersensitif Gelombang Radio Nyata?

"Sebagian besar orang waktu itu mungkin berpikir saya tidak waras. Hal ini benar-benar sulit untuk saya. Karena kondisi ini saya terpaksa menjauh dari tempat tinggal saya," ujar Kim, dikutip dari Daily Mail.

Sejak remaja, Kim mengaku sudah tidak merasa nyaman dengan kemajuan teknologi yang ada. Saat ia mulai bekerja dan membeli ponsel pertamanya pun, ia kerap mengalami sakit kepala, terutama saat ia mencoba meletakkan ponsel tersebut di dekat kepalanya.

Kondisi ini membuatnya harus pindah ke Glastonbury, di mana ia merasa lebih baik karena masih perkembangan teknologi di wilayah tersebut saat itu belum terlalu pesat. Sayangnya, beberapa waktu kemudian ia kembali harus merasa tak nyaman karena sebuah tiang telepon selular dipasang di dekat tempat tinggalnya.

Gejala-gejala lain seperti kesemutan, nyeri telinga, dan nyeri punggung bawah pun ia rasakan. Setelah konsultasi ke dokter, Kim diperingatkan tentang kemungkinan adanya efek akibat gelombang elektromagnetik.

Gelombang elektromagnetik bagi beberapa orang bisa dianggap menjadi penyebab masalah. Mereka yang tadinya sehat tiba-tiba saja menjadi sakit kepala, pusing, dan mengalami iritasi kulit layaknya orang yang mengalami alergi. Kondisi tersebut oleh World Health Organization (WHO) dinamai electromagnetic hypersensitivity (EHS). (ajg/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed