Wacana untuk mengisi informasi akun medsos saat menginjakkan kaki di negeri Paman Sam sebenernya sudah mengemuka sejak Juni 2016. Tujuannya, untuk mengetahui apakah pelancong memiliki rekam jejak yang baik atau tidak.
Karena tanpa kita sadari, di media sosial orang sering kebablasan. Sejauh ini, seperti dikutip detikINET dari Ubergizmo, Jumat (23/12/2016), rencana tersebut mendapat lampu hijau dari Department of Homeland Security.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: istimewa |
Namun pro kontra pastilah ada. Proposal ini sendiri mendapat kritikan dari sejumlah pihak. Alasannya, memberikan akun medsos bisa mengancam privasi seseorang. Lembaga American Civil Liberty Union pun mengklaim bahwa diskriminasi ini akan menyulitkan kaum Arab dan Muslim yang datang ke Amerika Serikat.
Belum ada kepastian apakah AS benar-benar akan memberlakukannya atau tidak. Yang jelas, AS masih perlu banyak pertimbangan dan pengkajian sebelum menerapkannya. (mag/mag)
Foto: istimewa