Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
d'Youthizen
Kisah Anak Muda Pemberani Dermawan Bakri
d'Youthizen

Kisah Anak Muda Pemberani Dermawan Bakri


Adi Fida Rahman - detikInet

Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II
Solo - Gerakan perubahan kerap diawali dari sebuah keresahan. Ini telah dibuktikan Dermawan Bakri saat membongkar kasus korupsi di sekolahnya delapan tahun silam.

Kala itu, ia menjabat sebagai Ketua OSIS di SMA Negeri 3 Surakarta. Dikepimpinannya, OSIS kerap mengadakan berbagai kegiatan. Hanya saja dana kegiatan yang telah dianggarkan kerap disunat oleh pihak sekolah.

Timbul keresahaan dalam dirinya. Ia tidak ingin hal itu terus terjadi. Tidak hanya pada angkatannya, tapi generasi selanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya resah, kalo didiamkan akan berputar dengan diri kita sendiri," kata Dermawan saat berbagi pengalamannya dalam sesi forum group discussion di d'Youthizen, Hotel Solo Paragon, Minggu (27/11/2016).

Dermawan kemudian membuat sebuah gerakan untuk mengungkap praktik korupsi yang dilakukan pihak sekolahnya.

"Saya mengumpulkan teman yang dapat dipercaya dan media untuk membongkar praktik kecurangan pengelolaan dana," katanya.

Kisah Anak Muda Pemberani Dermawan Bakri Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II

Akhirnya kasus tersebut berhasil terungkap. Sejumlah pihak yang bertanggung jawab dikenakan sanksi, mulai dipindahtugaskan hingga dicopot dari jabatan.

Namun adanya kasus ini, memberikan banyak hikmah bagi diri Dermawan sendiri, baik di kehidupan pribadi maupun saat menjalankan bisnisnya. Ia mengaku makin kritis bila melihat penyimpangan yang terjadi di sekitarnya, terutama soal korupsi.

"Hidup itu bukan bagaimana kita kaya. Tapi berkelanjutan dan mendapat sukses sejati," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Dermawan juga mengajak peserta d'Youthizen untuk melakukan perubahan. Tidak perlu besar, tapi cukup memberikan pengaruh di sekitar.

"Tidak perlu memikirkan Jakarta, lebih baik memikirkan sekitar kita," ajaknya. "Sekarang enak ada media sosial dan detikcom yang akan membantu gerakan perubahan kita. Dulu cukup sulit, jadi beruntunglah generasi muda saat ini," pungkasnya. (afr/rou)





Hide Ads