"Apa yang saya hirup adalah aroma yang sangat tajam dengan kombinasi bau tinja, urine, limbah, keringat, dan muntahan. Bau busuk tersebut membuat saya meringis," tulis Gates seperti dikutip detikINET dari blog pribadinya, Kamis (17/11/2016).
Tentu saja, hobi baru Gates bikin kening kita berkerut. Bagaimana mungkin orang terkaya di muka bumi ini punya hobi sejorok itu? Tapi tenang saja, pendiri Microsoft itu tentu punya alasan khusus kenapa ia begitu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lewat yayasan itu, Gates berupaya untuk menghentikan penyebaran beragam penyakit -- termasuk yang bersumber utama dari sebuah toilet. Ia punya ide untuk membuat aroma toilet yang lebih menyegarkan.
Oleh karena itu, Gates rela terjun langsung sebagai testernya. Jangan heran dengan hal ini, meski ia punya duit lebih dari Rp 1.000 triliun, Gates bahkan pernah meminum air tinja -- yang sudah disuling -- demi membuktikan bahwa air itu layak dikonsumsi.
Dalam tulisannya di blog, Gates merasa galau. Karena kurangnya kebersihan toilet, setiap tahunnya diperkirakan ada 800.000 anak di bawah usia 5 tahun meninggal dunia akibat diare, pneumonia, dan infeksi umum lainnya yang disebabkan oleh air yang tidak bersih.
Di banyak negara berkembang, fasilitas toilet amat buruk. Menurut pengamatannya di beberapa negara, salah satunya India, banyak pengguna toilet lebih menyukai membuang hajat di tempat terbuka daripada di dalam toilet yang beraroma tidak sedap. Hal itulah yang menimbulkan banyak penyakit.
Untuk meningkatkan sanitasi di negara-negara miskin, Gates bekerja sama dengan Firmenich, perusahaan asal Swiss yang terkenal dengan kerajinan dan wewangian. Firmenich juga merupakan salah satu mitra yayasan milik Gates.
Untuk mengujinya, Firmenich membuat aroma parfumnya perpaduan bau toilet dan wewangian. Tak hanya itu Firmenich juga meracik bahan-bahannya dengan bantuan teknologinya agar otak manusia tidak bisa menerima atau merasakan bau yang tidak sedap.
Setelah mencium 'parfum kotoran' yang sudah diracik dengan wewangian Firmenich, Gates pun sontak kegirangan. "Daripada bau limbah, keringat, tinja, urine, saya mengendus aroma bunga yang menyenangkan," tulisnya.
India dan Afrika menjadi negara pertama untuk penguji cobaan proyek ini. Gates berharap inovasi dari perusahaan seperti Firmenich akan mengarah pada solusi lebih lanjut untuk meningkatkan kesehatan dan kebutuhan untuk sanitasi yang lebih baik.
(jsn/rou)