Sejumlah pengguna Instagram melaporkan keberadaan fitur ini sejak pekan lalu. Tak hanya membantu pengguna yang terindikasi ingin menyakiti dirinya sendiri, fitur ini juga ditujukan menolong mereka yang mengalami gangguan makan seperti bulimia.
Untuk memastikan fitur bekerja saat diperlukan, Instagram bekerjasama dengan National Eating Disorder Association dan lebih dari 40 organisasi yang terkait dengan kesehatan mental, guna memastikan pengguna bisa mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari Tech Crunch, Minggu (23/10/2016), fitur penolong tersebut bisa aktif dengan dua cara. Pertama, oleh postingan yang memperlihatkan tanda-tanda akan menyikiti diri sendiri, kedua dengan follower yang melaporkan.
Ketika itu terjadi, Instagram akan mengirimkan pengguna yang sidah ditandai sebuah pesan. Isi pesannya kurang lebih memberi semangat dan motivasi agar tidak melakukan hal-hal yang bisa membahayakan diri si pengguna.
"Seseorang melihat postingan Anda dan berpikir bahwa Anda sedang mengalami masa sulit. Jika Anda memerlukan dukungan, kami akan membantu," demikian bunyi pesan tersebut.
Pesan tersebut lantas memberikan opsi: mengirim pesan atau menelepon teman, menghubungi pusat bantuan psikologis, atau membaca panduan serta konten yang memotivasi.
"Kami punya tim yang bekerja selama 24 jam di seluruh dunia yang meninjau laporan semacam ini. Mereka memprioritaskan laporan paling serius dan merespons dengan cepat," kata juru bicara Instagram Marni Tomljanovic.
Tomljanovic menyarankan, agar setiap pengguna segera melapor atau meminta bantuan jika melihat gelagat seseorang yang bisa mencelakakan diri. (rns/rns)