Debat tersebut bahkan telah berlangsung lama, sejak tahun 2015 lalu ketika Trump mulai menggunakan akun Facebook miliknya untuk melakukan kampanye. Alasannya, Trump dianggap melanggar kebijakan Facebook tentang penyebaran kebencian. Terutama setelah capres Amerika Serikat (AS) ini menyatakan larangan muslim memasuki wilayah AS.
Yang memunculkan perdebatan, pemblokiran yang akan dilakukan Facebook ditentang oleh sebagian karyawannya sendiri dengan alasan hak menyuarakan pendapat. Mereka berdalih apa yang disampaikan Trump merupakan wacana politik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim tersebut juga mempertimbangkan untuk menyingkirkan istilah 'wacana politik' dalam penentuan keputusan, demi mendapat hasil yang rasional.
"Banyak orang yang menyuarakan pendapat tentang konten tertentu yang telah menjadi dasar percakapan, terutama yang erat kaitannya dengan calon presiden AS berikutnya," jelas juru bicara Facebook.
Meski sudah berusaha menyelesaikan masalah yang terjadi di internalnya sendiri, apa yang dilakukan Facebook ini nyatanya memunculkan pertanyaan. Pasalnya Facebook dianggap tidak bisa bersikap tegas dengan kebijakannya sendiri. Ada yang berasumsi kalau Facebook mendukung salah satu capres sehingga tidak bisa langsung melakukan pemblokiran.
(yud/yud)