Kamis, 13 Okt 2016 19:22 WIB

Laporan dari Kuala Lumpur

Malaysia Juga Kejar Pajak Google

Muhammad Idris - detikInet
Foto: GettyImages Foto: GettyImages
Kuala Lumpur - Pemerintah Indonesia tengah berupaya keras mengejar Google untuk membayar pajak. Perusahaan internet raksasa tersebut selama ini dituding menghindar dari kewajiban pajak atas pendapatannya di Indonesia.

Chief Corporate Officer Axiata Group Bhd, Idham Nawawi mengungkapkan, masalah penghindaran pajak oleh Google dan perusahaan teknologi lainnya seperti Yahoo, Facebook, dan lainnya juga terjadi di banyak negara, termasuk di Malaysia.

"Ini isu yang lagi tren, di setiap negara lain pun begitu. Karena setiap negara lagi cara untuk memajaki mereka. Di Inggris contohnya, jika mereka beroperasi di negara itu, dapat untung dari negara itu, harus bayar pajak di negara itu juga dong," ujar Idham kepada detikINET ditemui di Hotel Le Meridien, Kuala Lumpur, Kamis (13/10/2016).

"Di Indonesia juga begitu, negara lain sama juga. Jadi buat perusahaan lokal selama ini tak diuntungkan (ketidakadilan membayar pajak)," tambahnya.

Idham menuturkan, pemerintah Malaysia sendiri saat ini tengah menggodok sejumlah revisi aturan perpajakan, khususnya yang terkait dengan pajak penghasilan perusahaan-perusahaan yang berbasis internet.

"Di Malaysia juga sama, pemerintah Malaysia mencoba melakukan hal yang sama. Ada banyak regulasi direvisi pemerintah kita untuk mengatur perusahaan internet dan OTT (over the top), seperti Uber kan. Sama yang akan dilakukan ke mereka (Google)," pungkas Idham. (fyk/fyk)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed