Dengan investasi USD 450 juta atau sekitar Rp 5,8 triliun, Korsel ingin membangun industri robot yang kuat. Sebagian besar dana ini akan digunakan untuk pusat riset dan pengembangan di bidang robotik.
Adapun robot yang paling umum digunakan di Korsel saat ini adalah robot penyedot debu. Jenis robot ini, seperti dikutip dari Cnet, Selasa (11/10/2016), banyak digunakan di rumah tangga, sektor medis dan agrikultur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, ada pula China yang menggunakan robot untuk mengganti tenaga manusia di pabrik. Tak hanya itu, beberapa restoran di China juga menggunakan robot sebagai pramusaji.
Korsel berharap investasi ini bisa menjadikan negaranya memimpin di industri robot. Setidaknya pada 2020 nanti, Korsel sudah mulai melihat hasil dari investasinya tersebut. (rns/ash)