Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Bercanda Soal ISIS, PewDiePie Diblokir Twitter

Bercanda Soal ISIS, PewDiePie Diblokir Twitter


Rachmatunnisa - detikInet

(Ilustrasi/Foto: detikINET/Irna Prihandini)
Jakarta - ISIS jadi topik yang sangat sensitif. Itu sebabnya, ketika dijadikan bahan candaan, Twitter langsung melakukan tindakan, seperti yang dilakukan pada PewDiPie.

Bintang YouTube ini diblokir dari Twitter untuk sementara, sehingga tak bisa menggunakan situs mikroblogging tersebut selama beberapa waktu.

Menurut PewDiPie, masalah dimulai setelah dirinya memutuskan untuk membatalkan verifikasi akunnya (un-verify) dengan menambahkan ikon globe di samping namanya di Twitter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebuah akun parodi kemudian memposting tweet berisi cerita bohong yang mengklaim PewDiePie kehilangan verifikasi akun Twitter-nya karena diduga terkait dengan ISIS.

Pemilik nama asli Felix Kjellberg ini kemudian me-retweet cerita parodi tersebut dan iseng menyebutkan dia dan teman YouTubernya JackSepticEye bergabung dengan ISIS.

Dikutip dari Engadget, Kamis (1/9/2016), Twitter yang memang sedang memperketat keamanan layanannya, termasuk mengawasi konten terkait dengan ISIS, segera memblokir akun PewDiPie.

Akun PewDiPie memang kemudian dipulihkan lagi. Sayangnya, jutaan followernya hilang. Untungnya tak berapa lama akun tersebut normal kembali, termasuk jumlah followernya.

Twitter menolak berkomentar mengenai alasan mereka sempat memblokir PewDiPie. Juru bicara situs 140 karakter ini hanya mengatakan pihaknya tidak mengomentari akun individual dengan alasan keamanan dan privasi si pengguna.

Sementara itu, reaksi dari pengguna Twitter beragam menanggapi insiden ini. Banyak yang menyarankan PewDiPie seharusnya tidak bercanda mengenai hal sensitif, beberapa ada yang menganggapnya lucu dan menilai candaan PewDiPie mencairkan ketegangan publik soal ISIS.

Twitter bersama dengan Google dan Facebook saat ini tengah menjadi sorotan. Beberapa waktu lalu, anggota parlemen Inggris menilai ketiganya gagal memblokir ISIS.

Bukannya menjegal aktivitas rekrutmen teroris di platform mereka, Twitter, Google dan Facebook dianggap malah memberi mereka jalan agar leluasa melenggang. Parlemen Inggris menduga, kehati-hatian ketiganya mengambil tindakan lantaran kekhawatiran akan merusak citra brand mereka. (rns/ash)
TAGS







Hide Ads