Dengan begitu, kini akan lebih banyak startup yang mencari pendanaan dari situs tersebut. Pasalnya, Kickstarter mensyaratkan startup yang terdaftar di layanannya mempunyai basis di negara tempat Kickstarter membuka kantor.
Yaitu Amerika Serikat, Australia dan Eropa. Dengan tambahan dua negara ini, kini startup yang berbasis di Hong Kong dan Singapura pun akan bisa mencari pendanaan di Kickstarter. Sayang belum ada nama Indonesia dari rencana Kickstarter yang dipaparkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana USD 10 juta yang didapat Kickstarter misalnya berasal dari sekitar 100 ribu orang di Singapura dan Hong Kong selama tujuh tahun terakhir. Singapura contohnya, yang penduduknya tercatat sudah memberikan dana hampir USD 30 juta untuk mendanai sekitar 35 ribu proyek.
Memang, angka ini masih terbilang kecil ketimbang total pendanaan yang sudah dikumpulkan oleh Kickstarter. Secara total ada 11 juta orang yang memberikan pendanaan untuk sekitar 110 ribu proyek yang pernah ada di Kickstarter.
Beberapa proyek yang sukses berkat Kickstarter antara lain adalah perusahaan virtual reality (VR) Oculus dan pembuat jam tangan pintar Pebble, demikian dikutip detikINET dari Mashable, Rabu (31/8/2016). (asj/ash)