Di sisi lain, sejumlah kalangan menilai ambisi ini terdengar seperti sebuah serangan bagi sebuah kelompok, yaitu ribuan orang yang saat ini menjadi tumpuan operasional Uber dengan menjadi sopir.
Spekulasi ini seolah diperkuat pernyataan Engineering Director Uber kepada Bloomberg yang mengatakan tujuan mobil otonom adalah secara bertahap 'menyapih' Uber dari operasional menggunakan sopir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena ada tempat-tempat di mana mobil otonom tidak bisa melaluinya, atau kondisi yang tidak memungkinkan sebuah mobil otonom untuk digunakan," kata Kalanick seperti dikutip dari Business Insider, Jumat (19/8/2016).
Dikatakannya, penurunan jumlah pengemudi manusia memerlukan proses yang cukup panjang, sehingga tidak akan segera terjadi dalam waktu dekat.
Kalanick juga menambahkan, kemunculan mobil otonom justru akan membuka pekerjaan baru seperti pemeliharaan armada mobil, pekerjaan yang saat ini belum ada karena belum ada kebutuhannya.
"Bagian dari kemajuan teknologi akan selalu menghilangkan beberapa profesi dalam prosesnya," ujarnya.
Uber baru saja mengumumkan akuisisi Otto, startup yang mengembangkan kendaraan otonom. Kolaborasinya bersama Otto membuat puluhan mobil otonom Uber mulai mengaspal di jalanan Pittsburg, California, Amerika Serikat. (rns/ash)