Bila bosan dengan medsos yang itu-itu saja, tak ada salahnya mencoba layanan yang baru ini, Kapoocino. Asyiknya lagi, Kapoocino adalah aplikasi asli bikinan anak negeri.
Kapoocino dibuat dan dikembangkan oleh empat arek Suroboyo. Mereka adalah Achmad Izzag, Edouardo Santoso Tantular, Fendy Mahatma Putra, dan Bahtera Kurniawan Jaya. Dengan kerja keras selama kurang lebih empat bulan, mereka berhasil membuat sebuah media sosial yang diklaim berbeda dengan media sosial lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Izzag mengatakan, inspirasi atau ide membuat Kapoocino berawal saat mereka ngumpul bareng. Kebetulan salah satu dari mereka sedang galau. Saat sedang menghibur teman yang galau tersebut, mereka sadar bahwa orang di sekeliling mereka sepertinya juga butuh hiburan.
Kenapa? Karena saat duduk bersama itu mereka melihat banyak orang yang tidak peduli dengan sesama teman nongkrongnya, padahal sedang bersama. Dari situ mereka berpikir bagaimana cara mengubah keadaan itu. Bagaimana orang tetap menggunakan gadget namun juga melibatkan orang di sekitarnya.
Dari sinilah Kapoocino berbeda dengan media sosial lain. Dari situ juga, empat sekawan ini sepakat untuk membuat media sosial berbasis kuis.
![]() |
Ya, kuis adalah cara berbeda mereka untuk menghibur dan membuat media sosial menjadi lebih seru dan asyik. Mereka mengklaim belum ada media sosial yang menggunakan kuis sebagai basisnya.
"Media sosial yang ada saat ini kan hanya bisa nulis status, upload foto dan video. Kami menambahinya dengan kuis sebagai basisnya," kata Izzag.
Dengan kuis, kata Izzag, interaksi yang ada akan semakin berkembang. Selain menjawab, pengguna juga bisa menuliskan komentar pada kolom yang disediakan. Kuis pun bisa dipilih antara menjawab langsung atau dengan menggunakan multiple choice.
Bila enggan menjawab pertanyaan teman atau membuat kuis sendiri, pengguna bisa menjawab kuis dari channel yang ada seperti music, movie, holiday and destination, food and drink, fun days, dan lain sebagainya.
Mengenai penggunaan nama Kapoocino sebagai nama media sosialnya, Izzaq menjelaskan bahwa nama tersebut tentu saja terinspirasi dari nama varian kopi, cappucino. Nama cappucino terdengar sangat ear catchy dan mudah diingat. Tetapi empat sekawan ini menginovasi nama ini menjadi Kapoocino dengan mengubah huruf C menjadi huruf K karena aplikasi ini diciptakan oleh orang Indonesia.
![]() |
Dan mengapa harus menggunakan dua huruf O? Izzag mengatakan bahwa mereka ingin aplikasi ini berkembang menjadi besar dan maju seperti start up dan aplikasi besar lain seperti Google, Yahoo, dan juga Facebook.
"Cappucino adalah varian kopi yang ringan namun tetap mengandung kopi murni dan bisa dikonsumsi dengan santai. Kami ingin Kapoocino digunakan untuk membuat suasana lebih fun, lebih santai," lanjut Izzag.
Karena masih baru, Izzag mengaku masih ada fitur-fitur yang mungkin belum sesuai atau bahkan tidak ada pada Kapoocino. Namun Kapoocino terus berkembang. Semua kekurangan tersebut akan terus berproses ke arah yang lebih baik dan penambahan fitur pasti akan dilakukan.
"Aplikasi ini sudah bisa diunduh di ponsel bersistem operasi Android. Untuk iOS akan menyusul," tandas Izzag. (iwd/ash)

