Kesan pertama yang didapat pun dinilai positif. Hal ini ditandai dengan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan indeks harga saham gabungan (IHSG), pada Rabu (27/7/2016).
Rupanya, hal serupa juga diharapkan oleh para pemain di industri e-commerce. OLX Indonesia melalui CEO-nya, Daniel Tumiwa, berharap pemerintah akan memberikan dukungan lebih untuk perkembangan ekonomi digital dengan kebijakan yang sesuai dan menyeluruh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasar kelas menengah kita sangat besar tetapi berapa banyak dari pasar tersebut yang menggunakan internet untuk bertransaksi?" lanjutnya.
OLX melihat bahwa pada kabinet baru ini, beberapa posisi ditempati oleh orang-orang yang sudah sering terpapar dan memiliki pemahaman yang baik tentang industri e-commerce.
Hal ini merupakan peluang untuk dapat mengembangkan industri e-commerce dengan lebih serius melalui kebijakan yang sesuai, serta memberikan dukungan berupa edukasi terhadap pasar.
Sejauh ini, kebijakan terkait dengan e-commerce dibuat untuk mengatur para teknopreneur atau pengusaha yang memanfaatkan internet untuk melakukan transaksi jual/beli.
Belum ada kebijakan yang terkait dengan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penggunaan internet untuk bertransaksi secara umum, dan e-commerce secara khusus. Padahal, tanpa adanya pasar yang siap, teknoprenuer akan berguguran satu per satu.
"Dengan perhatian khusus dan menyeluruh dari kepala pemerintahan yang baru terhadap industri e-commerce, kami yakin ambisi Indonesia untuk menjadi pemimpin ekonomi digital di Asia dapat terrwujud dengan lebih cepat," Daniel menandaskan.
(ash/ash)