Selama ini kedua layanan transportasi itu memang sudah beroperasi di China, namun berada di area abu-abu karena belum ada regulasi untuk mengaturnya. Namun tampaknya pemerintah China terkesan dengan investasi miliar dolar yang digelontorkan keduanya di China, terutama untuk memberikan bermacam diskon tarif.
"Dalam mengelola transportasi online, di satu tangan kami ingin mempromosikan pengembangannya, namun di lain pihak kami juga harus mengatur kelakukannya," ujar Wakil Menteri Transportasi China Liu Xiaoming.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aturan di atas berlaku secara nasional. Namun pemerintah bisa menetapkan aturan lain di tiap kotanya. Seperti tarif minimal dan maksimal, atau jenis kendaraan yang boleh dipakai, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Jumat (29/7/2016). (asj/rou)