Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
China Tak Lagi Kekang Transportasi Online

China Tak Lagi Kekang Transportasi Online


Anggoro Suryo Jati - detikInet

Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Meski seringkali terkesan tertutup terhadap dunia luar, China ternyata mulai terbuka terhadap layanan transportasi seperti Uber dan Didi Chuxing. Hal itu terbukti setelah mereka melegalkan kehadiran layanan tersebut.

Selama ini kedua layanan transportasi itu memang sudah beroperasi di China, namun berada di area abu-abu karena belum ada regulasi untuk mengaturnya. Namun tampaknya pemerintah China terkesan dengan investasi miliar dolar yang digelontorkan keduanya di China, terutama untuk memberikan bermacam diskon tarif.

"Dalam mengelola transportasi online, di satu tangan kami ingin mempromosikan pengembangannya, namun di lain pihak kami juga harus mengatur kelakukannya," ujar Wakil Menteri Transportasi China Liu Xiaoming.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Regulasi yang ditetapkan untuk Didi Chuxing dan Uber antara lain adalah sopirnya harus mempunyai pengalaman mengemudi selama tiga tahun, juga tak pernah terlibat kegiatan kriminal. Sementara untuk mobil yang digunakan tak boleh berumur lebih dari delapan tahun atau belum melewati 600 ribu km dalam odometernya.

Aturan di atas berlaku secara nasional. Namun pemerintah bisa menetapkan aturan lain di tiap kotanya. Seperti tarif minimal dan maksimal, atau jenis kendaraan yang boleh dipakai, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Jumat (29/7/2016). (asj/rou)
TAGS





Hide Ads
LIVE