Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Twitter Bisa Bernasib Suram Seperti Yahoo

Twitter Bisa Bernasib Suram Seperti Yahoo


Fino Yurio Kristo - detikInet

Foto: Gettyimages - Andrew Burton
Jakarta - Sempat jadi perusahaan online yang disegani, Yahoo akhirnya tumbang dan dibeli murah oleh operator telekomunikasi Verizon, senilai USD 4,8 miliar. Twitter bukan tidak mungkin mengalami nasib serupa.

Twitter yang berdiri tahun 2006 bisa dibilang cepat melesat di dunia media sosial, terutama berkat keunikan di mana user hanya bisa memposting tulisan pendek. Namun belakangan pendapatan Twitter terus menurun dan jumlah penggunanya stagnan di kisaran 300 jutaan.

Michael Pachter, analis dari Wedbush bahkan meyakini kalau Twitter adalah Yahoonya media sosial. Apa yang terjadi di Twitter menurutnya mirip dengan Yahoo, tidak melakukan terobosan berarti di tengah stagnasi perusahaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Manajemennya terlihat terlena dan tidak fokus tentang tidak adanya pertumbuhan jumlah user," kata Michael yang detikINET kutip dari CNBC, Kamis (28/7/2016).

"Sampai Twitter fokus untuk menarik user baru, digunakan lebih banyak oleh usernya saat ini dan menunjukkan valuenya bagi orang yang belum menggunakannya, kami perkirakan pertumbuhanya akan sangat lambat," tambah dia.

Sayangnya, meskipun sudah ada beberapa perubahan, Twitter dinilai masih terlalu kompleks dan sukar digunakan oleh pengguna baru. Maka CEO Jack Dorsey harus segera bertindak jika tidak ingin Twitter makin tenggelam.

Twitter hanya menambahkan 9 juta user sejak Dorsey menjadi CEO di Juli 2015 sampai saat ini. Sebagai perbandingan di periode yang sama, Facebook menambahkan 164 juta penguna aktif bulanan.

Sudah ada gosip kalau Twitter terancam dilego ke perusahaan lain jika tidak menunjukkan sinyal kebangkitan. Nama-nama seperti Google, Disney, Apple sampai Microsoft digosipkan sebagai calon kuat pembeli Twitter.

(fyk/ash)
TAGS







Hide Ads