Di Amerika Serikat jumlahnya lumayan, tergantung di kota mana mereka bekerja. Di Denver misalnya, sopir Uber rata rata memperoleh penghasilan USD 13 per jam atau sekitar Rp 173 ribu. Jika sehari mereka bekerja 5 jam saja, pendapatan bisa tembus Rp 865 ribu.
Namun patut diingat kalau biaya hidup di Amerika Serikat sangat mahal. Bahkan dikutip detikINET dari Washington Post, pendapatan per jam sopir Uber itu masih di bawah rata rata nasional yang sebesar USD 20 tiap jam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka jika dijadikan profesi utama, menjadi sopir Uber di AS saat ini dinilai bukan pilihan yang menjanjikan. Cukup dijadikan sebagai pekerjaan sambilan untuk menambah uang.
Dan memang di AS, kebanyakan pengemudi Uber hanya beroperasi di waktu luang. Mereka statusnya juga bukan karyawan Uber, hanya memakai aplikasinya untuk terhubung dengan calon penumpang.
"Uber memang menekankan kalau kebanyakan pengemudinya bekerja kurang dari 10 sampai 12 jam per minggu. Mereka ingin menunjukkan bahwa pengemudi bisa mendapatkan tambahan uang," kata Lawrence Mishel, Presiden Economic Policy Institute.
Sementara di Indonesia, pendapatan sopir Uber juga bervariasi. Dari beberapa wawancara yang dilakukan detikINET, pendapatan mereka per harinya sekitar Rp 300-500 ribu tergantung banyaknya penumpang dan kondisi jalan raya. (fyk/ash)