Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Pendiri Uber Yakin Inilah Solusi Anti Macet Brilian

Pendiri Uber Yakin Inilah Solusi Anti Macet Brilian


Fino Yurio Kristo - detikInet

Foto: GettyImages
Jakarta - Travis Kalanick, CEO Uber, berulangkali menyatakan idenya soal mengurai kemacetan. Tentu saja sembari mempromosikan layanan Uber yang terus dilirik meski sering memicu kontroversi.

"Kecuali kita mengimajinasikan kembali dengan cepat soal transportasi urban, maka perkotaan berisiko kolaps karena keberatan dengan lebih dari semiliar mobil," tulisnya dalam kolom yang detikINET kutip dari Wall Street Journal.

Travis yang kekayaan terakhirnya diestimasi USD 6,2 miliar ini yakin memiliki solusinya. Yang pada intinya adalah berbagi kendaraan pribadi dengan orang lain dan mengisi semua kursi mobil yang kosong.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bangunan pencakar langit dibuat untuk memanfaatkan sepenuhnya tanah yang terbatas dengan membagi ruang secara vertikal. Namun kita masih belum belajar membagi ruang kita di jalan. 70% orang Amerika bepergian sendirian dan di beberapa kota, lebih dari sepertiga lahan didedikasikan untuk parkir," jelasnya.

Ia menambahkan dalam beberapa dekade ke depan, 2,5 miliar orang di seluruh dunia akan menghuni perkotaan sehingga makin sesak. Transportasi massal adalah bagian penting dari solusi, namun perlu ada alternatif lain.

"Kita bisa mencapainya dengan mematuhi pelajaran dari orang tua, yaitu untuk berbagi mainan. Kita perlu menggunakan bentuk transportasi terpopuler di dunia saat ini, mobil, dengan lebih efisien. Dengan memenuhi semua kursi yang ada di mobil, kita bisa membebaskan jalan raya dan memotong ongkos untuk penumpang," sebut Travis.

Ya, Travis meyakini berbagi mobil pribadi dengan penumpang lain yang searah adalah solusi tepat untuk mengatasi kemacetan. Uber sendiri punya layanan semacam itu dengan nama Uber Pool.

"Tentu saja ini bukan ide baru. Namun kita akhirnya memiliki teknologinya, smartphone di saku Anda, yang bisa secara instan memasangkan orang yang menuju arah yang sama di saat yang sama. Jika mendapat kendaraan bisa semudah ini ketimbang harus mencari kunci mobil, mencari arah, menuju mobil dan tempat parkir, kenapa harus punya mobil sendiri?," tambahnya.

Tentu jika visi Travis itu sungguh terjadi, banyak pihak akan merasa dirugikan, sebut saja produsen mobil atau penyedia layanan transportasi yang lain. Namun Travis yakin idenya itu bagus.

"Kita bisa menciptakan perkotaan yang lebih bisa ditinggali dan lebih lapang dengan memadukan teknologi dan infrastruktur yang sudah ada. Kota dengan transportasi berbagi ini akan menjadi kota di mana orang menghabiskan lebih sedikit waktu di kemacetan atau mencari parkir, kota di mana orang akan menghabiskan sedikit pendapatannya untuk mobil dan bepergian, kota yang hidup dan bernapas lebih mudah," pungkasnya. (fyk/ash)







Hide Ads