Fakta ini dibeberkan oleh pengacara Apple karena perusahaan asal Cupertino itu dituduh mau bekerja sama dengan pemerintah China, sementara di lain pihak menolak permintaan pemerintah Amerika Serikat untuk membuka enkripsi iPhone milik teroris.
"Saya akan memperjelas masalah ini. Kami tak pernah memberikan source code kepada pemerintahan China," ujar Bruce Sewell, penasihat hukum utama Apple, dikutip detikINET dari Reuters, Rabu (20/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polemik ini berawal ketika seorang hakim meminta Apple menuruti permintaan FBI, yaitu membantu mereka membuka enkripsi ponsel yang digunakan oleh salah satu tersangka penembakan di San Bernandino.
Namun Apple menolak permintaan tersebut, dimana Tim Cook menyebut perintah tersebut akan mengancam keamanan dari pengguna produk Apple. Ponsel yang dimaksud adalah sebuah iPhone 5C yang dipakai oleh salah satu tersangka.
FBI perlu meminta bantuan Apple untuk membuka kunci ponsel tersebut karena iOS terbaru punya fitur keamanan yang terbilang ketat. Namun akhirnya FBI berhasil membuka enkripsi itu setelah mendapat bantuan dari pihak ketiga. (asj/fyk)