Data ini dilansir dari Bloomberg, Jumat (15/4/2016), yang mengutip laporan finansial Uber Februari lalu. Perlu diingat, keuntungan tersebut hanya dihitung dari pengguna Uber di Amerika Serikat, dan belum dipotong bunga, pajak serta kompensasi ekuitas untuk para karyawannya.
Uber mengambil keuntungan sebesar 25% dari tarif rata-ratanya, namun kebanyakan dari keuntungan itu dialihkan ke hal-hal seperti marketing, dukungan pengguna dan pengembangan aplikasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara global pun, Uber tak bisa dibilang mendapat untung. Mereka malah mencatatkan kerugian sebanyak USD 1,7 miliar dalam tiga kuartal pertama di 2015. Saat ini Uber menyatakan sudah melakukan 50 juta perjalanan di Amerika Serikat,dan 169 juta di seluruh dunia. (asj/asj)