Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Laporan dari Tokyo
Ini Strategi Line Saingi WhatsApp di Indonesia
Laporan dari Tokyo

Ini Strategi Line Saingi WhatsApp di Indonesia


Ayunda Windyastuti Savitri - detikInet

Foto: detikINET/Ayunda Windyastuti Savitri
Tokyo - Memiliki jumlah pengguna yang banyak di Indonesia tak menjadikan Line jumawa. Justru Line merasa harus terus berinovasi agar aplikasinya bisa lebih unggul daripada WhatsApp yang juga tidak kalah populer di kalangan pengguna Tanah Air.

Untuk itu pihak Line harus memiliki strategi-strategi khusus dalam menjalankan roda bisnisnya. Line Corporation Representative Director and CEO Takeshi Idezawa mengungkapkan salah satunya dengan menghadirkan stiker. Terutama dengan berbagai ekspresi lucu para karakter tokohnya.

"Kita lihat WhatsApp sangat sederhana fiturnya dan sangat digemari, tapi kami lebih melakukan pendekatan dengan lebih gembira melalui stiker. Kita buat stikernya juga dengan cara yang sangat cocok dengan nilai-nilai Indonesia," ujar Takeshi dalam jumpa pers di kantor Line, Shibuya, Tokyo, Jumat (25/3/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu poin lainnya yang tidak kalah penting adalah menggabungkan unsur-unsur lokal ke dalam aplikasi. Takeshi mencontohkan salah satu fitur yang disesuaikan dengan unsur lokal Indonesia adalah Find Alumni.

"Kita kedepankan nilai-nilai lokal. Misal di Indonesia, pengguna senang mencari teman-teman alumni sekolahnya. Fungsi ini tidak ada di Jepang dan tidak diterapkan di semua negara," lanjutnya.

Untuk mendukung optimalisasi fitur ini, pihaknya pun menggandeng sejumlah artis masa kini. Nah, Takeshi yakin hal ini bisa menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi pengguna Line yang tidak ditemukan di aplikasi instant messaging lainnya.

Pihak Line juga mengaku selalu mengamati perkembangan para pesaingnya. Menurut Takeshi ini menjadi cara wajar dalam membaca peta persaingan, termasuk menyusun strategi-strategi baru.

"Kami selalu mengamati perusahaan rival kami, seperti WhatsApp dan Facebook, semua aplikasi chat yang bisa dilakukan di smartphone. Oleh karena itu kami mengamati apa yang dilakukan Facebook, WeChat dan lain sebagainya," terang Takeshi. (aws/fyk)







Hide Ads
LIVE