Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Iklan Paling Mengganggu di Internet, Seperti Apa Sih?

Iklan Paling Mengganggu di Internet, Seperti Apa Sih?


Yudhianto - detikInet

Foto: detikINET/Yudhianto
Jakarta - Meski kerap menuai sinis, sejak dulu iklan sudah menjadi hal yang tak bisa dihindarkan. Namun dari berbagai jenis iklan yang beredar di internet, sebenarnya iklan seperti apa yang dianggap paling mengganggu?

Dari macam-macam iklan yang menjejali konten-konten di internet, GfK mengkategorikannya menjadi 10 jenis. Posisi 6 besar diisi oleh jenis pre-roll video ads, display ads, floating ads, mobile ads, targeting ads, dan instrusive ads.

Lantas mana iklan yang dianggap paling mengganggu? Ternyata adalah jenis intrusive ads yang menempati posisi teratas. Caranya yang tiba-tiba tampil ketika mengakses situs tertentu sepertinya cukup bikin banyak netizen kesal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan posisi kedua diisi oleh targeting ads, atau iklan yang kerap hadir di bagian-bagian tertentu sebuah situs. Biasanya situs jenis ini hadir lewat Google Adsense atau semacamnya. Yang kemudian disusul oleh mobile ads, atau iklan yang biasa muncul di bagian atas atau bawah layar ponsel ketika menggunakan aplikasi.

Floating Ads, yakni jenis iklan yang tiba-tiba muncul di halaman situs menjadi iklan paling menggangu keempat. Selain 'merusak' pandangan, iklan semacam ini juga bisa menguras kuota data lumayan karena harus menjalankan tampilan animasi.

Adapun posisi kelima diisi oleh Display Ads, yakni semacam iklan pop-up yang muncul di bagian-bagian sisi halaman situs. Sementara yang selanjutnya atau di posisi keenam adalah Pre-roll video ads, atau iklan video yang tiba-tiba berputar. Seperti floating ads, iklan jenis ini juga lumayan menguras kuota data karena memutar video.

Adapun empat sisanya atau yang dianggap tidak terlalu mengganggu adalah YouTube Ads, social media ads, search engine ads, dan email ads.

OTT Asing Berkuasa

Namun meski menggangu, tak sedikit netizen internet yang mengganggap wajar tampilnya iklan-iklan di sebuah situs. Alasannya karena situs-situs tersebut sudah memberikan konten menarik yang bisa diakses dengan bebas oleh netizen alias gratis.

Sayang masifnya perkembangan iklan digital di Indonesia tak seiring dengan industri di baliknya. Pasalnya kata Edi Taslim, Ketua Indonesia Digital Association (IDA), iklan-iklan digital di Indonesia masih didominasi oleh layanan-layanan OTT asing.

"70% – 80% (iklan digital di Indonesia) itu bukan lokal, melainkan didominasi oleh Facebook dan Google," kata Edi Taslim, di Menara Palma, Jakarta.

IDA sendiri punya tujuan meningkatkan dan mengembangkan industri periklanan digital di Indonesia. IDA dibentuk agar pelaku media digital mampu mengatasi kompleksitas, tantangan, dan juga mampu memberikan solusi bagi periklanan digital, khususnya di Indonesia. (yud/ash)
TAGS







Hide Ads
LIVE