Senin, 22 Feb 2016 10:51 WIB

Onno Ajak Pelajar Nias Narsis dengan Android

Ardhi Suryadhi - detikInet
Foto: dok. Onno W. Purbo
Nias - Narsis tak cuma bisa dilakukan dengan berselfie ria. Lewat Android dan open source, anak-anak muda juga bisa narsis lho. Ini caranya seperti diajarkan praktisi TI Onno W. Purbo.

Acara ngobrol teknologi bertema 'Narcis with Android' merupakan bagian dari gerakan Nias Go to Open Source (NGOS) sekaligus INAGURAL GEG (Google Educator Group) Nias yang dilakukan pada 18 Februari 2016 lalu.

Dimana para narasumber yang hadir adalah Onno W. Purbo, Efriaman Harefa selaku pendiri Gerakan NGOS serta CEO Raihan Teknologi Dadang Setiawan. Taihan Teknologi sendiri komunitas IT yang fokus melakukan kegiatan edukasi ke sekolah-sekolah di pelosok Indonesia tentang pemanfaatan open source, dan sudah berjalan hampir 5 tahun.

Menurut Onno, acara kemarin terasa sangat berkesan dan istimewa, karena tingginya antusiasme peserta untuk menuntut ilmu tentang perkembangan teknologi.

"Kemarin programmingnya diajarin pakai appinventor dan bahkan dua anak SMA berhasil bikin aplikasi sederhana dalam waktu 2 jam," ujar Onno yang kini juga berstatus sebagai dosen STKIP Surya tersebut kepada detikINET.

Dadang menambahkan, tema acara seminar sengaja dibuat dengan judul menggelitik 'Narcis with Android' agar secara psikologis bisa diterima oleh peserta yang membludak sampai 350 orang yang berasal dari kalangan SMA dan SMK tersebut.

Adapun topik yang dikupas dalam acara tersebut di antaranya adalah soal apa itu Android. Dalam sesi ini, Onno menjelaskannya dengan analogi yang begitu sederhana. Terlebih banyak peserta yang sebelum mengikuti acara ini hanya sekadar tahu bahwa Android itu program untuk di smartphone.

Pembahasan berlanjut tentang bagaimana cara membuat Android. Onno kembali mengingatkan dengan belajar open source (linux) kita bisa membuat Android sendiri. Banyak dari peserta seminar merasa kaget setelah dikasih tahu bahwa mereka bisa membuat Android sendiri.

Tema yang tak kalah menarik adalah terkait bagaimana cara mendapat duit dari Android. "Onno memberikan contoh sederhana, bagaimana pelajar bisa dapat duit, dari Android. Misalnya dengan cara membuat aplikasi game sederhana terus ditaruh di PlayStore dan dijual sebesar Rp 2.000. Nah, kalau ada 8.000 orang saja yang download aplikasi tersebut maka siswa tersebut akan dapat uang sebesar Rp 16 juta," papar Dadang.

Sesi berikutnya ada demo cara membuat aplikasi sederhana. Di sesi ini ada dua perwakilan dari peserta seminar (pelajar SMA) yang dikasih tahu cara membuat dua aplikasi sederhana berbasis Android dan setelah dibuat langsung dijalankan di ponsel berbasis Android.

"Semua peserta memberikan aplaus yang meriah kepada dua perwakilan tersebut atas berhasilnya membuat aplikasi Android," Dadang menjelaskan.
 
Pada penutupan acara, Efriaman Harefa selaku pendiri NGOS & Leader GEG Nias mengatakan, acara ini merupakan langkah awal gerakan awal NGOS. Dimana selanjutnya akan ada lagi kegiatan yang sifatnya edukasi tentang pemanfaatan open source dan lainnya.

(ash/afr)