Demikian sebut juru bicara Rakuten seperti dikutip dari Channel News Asia, Senin (15/2/2016). Namun tidak disebutkan berapa proporsi korban PHK dari masing-masing negara.
"Sebagai bagian dari transisi ini, kami akan terus memberi dukungan kepada karyawan dengan kompensasi yang sesuai dengan aturan hukum di setiap negara, kami juga akan memberikan bantuan kepada karyawan untuk mendapatkan pekerjaan alternatif," jelas sang juru bicara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Asia Tenggara, pasarnya telah berubah dan beradaptasi, kami kini tengah melihat peluang di C2C dan model bisnisnya untuk e-commerce dan bisnis lainnya," ujar juru bicara Rakuten, seperti dikutip detikINET, Senin (15/2/2016).
Di situs Rakuten Indonesia β atau yang sering disebut sebagai Rakuten Belanja Online β sudah menegaskan bakal menutup tokonya pada 1 Maret 2016. Hal serupa juga diumumkan pada Rakuten Singapura yang beralamat di www.rakuten.com.sg.
Meski bakal menutup lapak onlinenya di Singapura, namun Rakuten tetap bakal mengoperasikan kantor regionalnya di Negeri Singa itu sebagai basis operasinya di kawasan Asia Tenggara. Sebab selain toko online, di ASEAN, mereka juga menjalankan layanan Rakuten Travel, Viber, Kobo, Rakuten Institute of Technology serta Rakuten Ventures.
(ash/fyk)