Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Termasuk Indonesia, 150 Karyawan Rakuten Di-PHK

Termasuk Indonesia, 150 Karyawan Rakuten Di-PHK


Ardhi Suryadhi - detikInet

Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II
Jakarta - Rencana Rakuten menutup lapak online-nya di Indonesia, Singapura dan Malaysia mengorbankan karyawan di tiga negara tersebut. Sekitar 150 karyawan dipastikan di-PHK.

Demikian sebut juru bicara Rakuten seperti dikutip dari Channel News Asia, Senin (15/2/2016). Namun tidak disebutkan berapa proporsi korban PHK dari masing-masing negara.

"Sebagai bagian dari transisi ini, kami akan terus memberi dukungan kepada karyawan dengan kompensasi yang sesuai dengan aturan hukum di setiap negara, kami juga akan memberikan bantuan kepada karyawan untuk mendapatkan pekerjaan alternatif," jelas sang juru bicara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditutupnya e-commerce Rakuten di tiga negara besar kawasan ASEAN ini sebagai imbas dari pergeseran yang terjadi di bisnis online, dari yang sebelumnya model business-to-business-to-customer (B2B2C) menjadi customer-to-customer (C2C) dengan fokus di m-commerce.

"Di Asia Tenggara, pasarnya telah berubah dan beradaptasi, kami kini tengah melihat peluang di C2C dan model bisnisnya untuk e-commerce dan bisnis lainnya," ujar juru bicara Rakuten, seperti dikutip detikINET, Senin (15/2/2016).

Di situs Rakuten Indonesia β€” atau yang sering disebut sebagai Rakuten Belanja Online β€” sudah menegaskan bakal menutup tokonya pada 1 Maret 2016. Hal serupa juga diumumkan pada Rakuten Singapura yang beralamat di www.rakuten.com.sg.

Meski bakal menutup lapak onlinenya di Singapura, namun Rakuten tetap bakal mengoperasikan kantor regionalnya di Negeri Singa itu sebagai basis operasinya di kawasan Asia Tenggara. Sebab selain toko online, di ASEAN, mereka juga menjalankan layanan Rakuten Travel, Viber, Kobo, Rakuten Institute of Technology serta Rakuten Ventures.

(ash/fyk)
TAGS







Hide Ads
LIVE