Ciri khas yang dimaksud adalah penggunaan 140 karakter. Meski terkesan membatasi pengguna untuk berkata-kata, 140 karakter sejatinya merupakan daya tarik Twitter. Banyak kreativitas yang terbentuk dari batasan 140 karakter ini, seperti salah satunya adalah lahirnya kultwit.
Namun bisa jadi Twitter merasa sudah saatnya pengguna diberi kebebasan lebih. Media sosial ini punya rencana untuk menambah karakter yang bisa dipakai penggunanya hingga 10 ribu karakter. Alhasil, tak cuma status singkat, bahkan penggunanya juga bisa membuat artikel panjang di timeline Twitter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi 10 ribu karakter bukan satu-satunya inovasi yang akan dimanfaatkan Twitter untuk menarik lebih banyak pengguna. Seperti detikINET kutip dari Buzzfeed, Rabu (10/2/2016), Twitter disebut juga ingin mengubah susunan timelinenya jadi seperti Facebook. Maksudnya?
Selama ini timeline Twitter muncul berdasarkan urutan kronologis atau waktu. Artinya, kicauan paling baru akan tampil paling atas. Namun ke depannya susunan ini bakal berubah, Twitter disebut ingin susunan timeline berdasarkan kebiasaan pengguna.
Tak dijelaskan parameter apa yang digunakan Twitter untuk mengukur behavior penggunanya, namun pastinya Facebook sudah sejak lama menggunakan metode ini.
Sebenarnya rencana mengubah susunan Timeline Twitter ini masih simpang-siur, tapi belum apa-apa nyatanya sudah cukup banyak pengguna Twitter yang tak setuju dengan rencana ini. Bahkan sampai menggaungkan #RIPTwitter sebagai bentuk protes.
Pasalnya dengan susunan timeline berbasis kebiasaan pengguna, artinya bisa mengacaukan kicauan pengguna yang hobi kultwit, yang selama ini tentunya mengandalkan tata kronologis atau berbasis waktu.
Menanggapi kritik tersebut, CEO Twitter Jack Dorsey langsung turun tangan. Melalui kicauannya, Dorsey mengatakan susunan timeline belum akan hadir dalam waktu dekat.
"Hello Twitter! Mengenai #RIPTwitter: Saya ingin kalian semua tahu kita selalu mendengarkan. Kami tidak pernah merencanakan untuk mengubah susunan timeline untuk beberapa pekan ke depan," cuit Dorsey. (yud/ash)