Tekad Besi Tawan Menjadi 'Iron Man' Untuk Menghidupi Keluarga

Tekad Besi Tawan Menjadi 'Iron Man' Untuk Menghidupi Keluarga

ADVERTISEMENT

Tekad Besi Tawan Menjadi 'Iron Man' Untuk Menghidupi Keluarga

Putri Akmal - detikInet
Kamis, 21 Jan 2016 11:10 WIB
Foto: Ilustrasi oleh Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Belajarlah soal perjuangan hidup pada Wayan Sumardana alias Tawan. Keterbatasan fisik tak menyurutkan semangatnya untuk menghidupi keluarga. Saat lengan kirinya tak bisa bergerak, dia tak mengeluh, malah sibuk memutar otak untuk menormalkan kembali hidupnya.

detikcom menyambangi Tawan di bengkel las miliknya, di Desa Nyuhtebel, Karangasem, Bali, Rabu (20/1/2016). Rumahnya berjarak sekitar 1,5 jam perjalanan dari Denpasar. Di bengkel sederhana dan berantakan itu, dia menggantungkan hidupnya.

Tawan memiliki istri Ni Nengah Sudiartini. Putra pertamanya berumur 11 tahun, anak keduanya berusia enam tahun dan si bungsu 4 tahun. Mereka tinggal di rumah sederhana, tak jauh dari bengkel las.



Saat ditemui, Tawan sedang sibuk mengelas. Dia mengerjakan pagar dan alat konstruksi lain yang berhubungan dengan bangunan. Suara desingan dan percikan api dari mesin las terdengar riuh dari halaman depan bengkel. Orderan masih terus datang mengalir padanya.

Siapa sangka, enam bulan lalu, bengkel itu sempat sepi. Dia tak mampu mengerjakan pesanan karena lengan kirinya tak mampu digerakkan. Namun, dengan tekad besi, dia berjuang membuat sebuah alat rakitan robotik yang digerakkan lewat otak, untuk mengembalikan fungsi lengan kirinya.

"Meski tangan saya lumpuh, tapi saya nggak mau terbatasi dengan itu. Demi keluarga dan anak-anak saya harus tetap bekerja," tuturnya penuh semangat.

Pria berkulit sawo matang ini menegaskan, kelumpuhan tidak akan pernah membatasi aktivitas dan ruang geraknya. Semangat untuk keluar dari keterbatasan fisik kini terbayar. Tawan mampu menyelesaikan tangan robotnya dalam waktu dua bulan, lengan robot buatannya berfungsi normal dan dianggap mampu membantu kinerjanya sebagai tukang las.



Percikan api kembali mencuat di permukaan besi yang dibakar api las Tawan. Ia mengelas, mengangkat besi dan memindahkan barang layaknya manusia normal. Rangkaian gear yang saling terhubung mulai bergerak seiring gerakan siku dari tangan kiri Tawan. Satu tujuannya, ia harus bisa kembali menggerakkan tangan kirinya untuk terus dapat bekerja mengais rezeki demi membiayai hidup ketiga putra dari hasil pernikahannya dengan Ni Nengah Sudiartini.

Canda tawa yang tak pernah sepi dari bapak tiga putra ini seolah tak mengisyaratkan tidak ada kata patah semangat dari hidupnya meski kini keterbatasan fisik dan ekonomi pun sedang membelenggunya.

"Nggak, nggak ada patah semangat. Banyak orang lain di luar sana yang lebih susah dari saya. Jalani saja, masih bersyukur karena sampai sekarang saya masih bisa bergerak," pungkasnya.

(jsn/ash)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT