Tentu bukannya tanpa alasan salah satu daerah istimewa di Indonesia ini dipilih. Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar, sehingga dengan menempatkan Pusat Inovasi di lokasi ini diharapkan bisa lebih banyak memikat calon-calon teknopreneur yang ingin belajar lebih jauh.
"Setelah Jakarta, kami akan segera membangun pusat inovasi di Yogyakarta sebagai salah satu kota pelajar di Indonesia." ujar Sheng Kai, CEO Huawei Indonesia, di gedung BRI II, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Materi-materi tersebut dibagi jadi empat silabus yang antara lain adalah e-commerce, mobile application, networking, dan virtual reality. Menkominfo Rudiantara berharap kegiatan di Pusat Inovasi Kominfo-Huawei ini mampu membentuk ekosistem digital yang bisa melahirkan banyak teknopreneur muda.
"Pada tahun 2020, value dari e-commerce Indonesia diharapkan mencapai angka minimal USD 130 miliar. Dan dengan target lahirnya 200 technopreneur baru setiap tahun, ini akan mampu meningkatkan aktivitas e-commerce di Indonesia, yang dapat menjadi pendorong ekonomi digital," kata Menkominfo Rudiantara.
Kominfo sendiri memang memiliki program yang tujuannya untuk mencetak sebanyak 200 teknopreneur tiap tahunnya. Targetnya, sampai lima tahun ke depan program ini diharapkan bisa menciptakan 1000 teknopreneur di Indonesia. (yud/fyk)