Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Internet Gratis Facebook Tuai Penolakan

Internet Gratis Facebook Tuai Penolakan


Fino Yurio Kristo - detikInet

Modi peluk Zuckerberg (sfgate)
Jakarta -

Maksud Facebook untuk memberikan layanan internet gratis tidak semulus yang mereka bayangkan. Ide dari Mark Zuckerberg itu baru saja dihentikan oleh otoritas Mesir dan menuai perdebatan sengit di India, apakah pantas dilanjutkan atau tidak.

Dikutip detikINET dari Fortune, otoritas Mesir baru saja menutup aplikasi Free Basics, yang sudah berjalan di sana beberapa bulan. Tidak jelas apakah alasan di balik penghentian layanan tersebut.

"Kami kecewa karena Free Basics tidak tersedia lagi di Mesir. Lebih dari sejuta orang yang sebelumnya tak terkoneksi internet, bisa menggunakan internet karena adanya usaha ini," demikian pernyataan Facebook.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Free Basics adalah bagian organisasi Internet.org bikinan Facebook. Tujuannya menyediakan konektivitas internet gratis di negara berkembang. Aplikasi Free Basic dapat diunduh gratis dan menyediakan akses pada Facebook serta berbagai website penting yang menyediakan informasi cuaca, kesehatan, layanan pemerintahan, lowongan kerja, dan sebagainya.

Melalui kemitraan dengan operator lokal, semuanya bisa diakses gratis. Beberapa pihak menilai, Mesir menutup Free Basics karena takut menjadi sarana melakukan protes pada pemerintah. Selain Mesir, Free Basics juga menuai penolakan di India dengan alasan berbeda.

Otoritas India sedang mempertimbangkan apakah Free Basics pantas diimplementasikan. Kritik mengatakan Free Basics berlawanan dengan prinsip net neutrality, di mana semua website harus diperlakukan sama untuk diakses user. Sedangkan Free Basics hanya menyediakan beberapa website. Ada pula yang menilai Free Basics hanya alat Facebook untuk memperluas cengkeramannya di negara berpenduduk besar seperti India.

Nikhil Pahwa, relawan di savtheinternet.in mengatakan penduduk miskin pun perlu diberi kebebasan dalam mengakses internet. "Riset menunjukkan bahwa mereka yang berpendapatan rendah ingin akses terbuka dan tak terbatas. Mereka harus diberi pilihan untuk memutuskan apa yang ingin mereka akses," katanya.

Zuckerberg sendiri jengah dengan berbagai kritik itu. Ia mengatakan jutaan orang di India bisa online karena adanya layanan Free Basics, tepatnya sekitar 15 juta. "Data itu jelas. Free Basics adalah jembatan untuk internet yang sesungguhnya dan untuk kesetaraan digital. Tapi mengejukan ada perdebatan besar di India soal ini," katanya.

Di Indonesia sendiri, inisiatif Internet.org dari Facebook sudah diimplementasikan beberapa bulan lalu, bermitra dengan Indosat. Tapi sepertinya kurang terdengar gaungnya.

(fyk/ash)





Hide Ads