Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Dampak Buruk Media Sosial Saat Liburan

Dampak Buruk Media Sosial Saat Liburan


Martha Heriniazwi Dianthi - detikInet

ilustrasi (thinkstock)
Jakarta - Beberapa orang pernah merasakan takut ketinggalan informasi di jejaring sosial saat sedang liburan. Kondisi ini dikenal dengan 'fear of missing out' (FoMO). Perasaan ini akibat terlalu banyaknya menggunakan media sosial seperti Facebook, Twitter, atau Path.

"Hal ini menyebabkan distorsi kognitif. Akibatnya mereka akan berpikir bahwa itu yang membuat mereka benar-benar ketinggalan informasi di media sosialnya," kata dr Joe Travella, psikolog klinis di New York University Langone Medical Center's Rusk Rehabilitation, seperti detikINET kutip dari Fox News, Minggu (27/12/2015).

Menurut travella, saat ini banyak orang yang mengalami kondisi tersebut terlebih bagi mereka yang sedang berlibur. Rasa takut inilah yang akan menyebabkan masalah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat mereka sedang mengalami liburan dengan keluarga mereka, akan timbul perasaan terisolasi. Tidak hanya itu, mereka juga akan merasa sendirian dan itu sangat bermasalah," katanya.

Agar tidak mengalami FoMo, Travela menyarankan untuk melihat sesuatu yang telah ada dalam kehidupan Anda. Cobalah untuk menggunakan liburan sebagai kesempatan agar dapat fokus dengan hubungan fisik yang lebih nyata daripada hidup di dalam jejaring sosial.

"Sangat penting untuk memiliki sikap syukur dan mengambil kendali hidup Anda, sehingga dapat menempatkan diri di luar sana. Mulailah dengan bersosialisasi dengan keluarga dan teman-teman untuk merencakan sesuatu dan membuat diri Anda sibuk," lanjutnya.

Selain itu, psikolog Arnie Kozak, Ph.D., penulis buku Wild Chickens and Petty Tyrants: 108 Metaphors for Mindfulness, mengingatkan agar setiap orang hanya melihat bagian terbaik dari pengalaman orang lain yang mereka bagikan lewat media sosial. Setelah itu, jangan pernah menganggap kehidupan Anda membosankan karena pengalaman setiap orang tentu berbeda satu sama lain atau merasa ketinggalan jaman.

"Gunakan FoMO Anda sebagai katalis untuk menciptakan target yang realistis. Anda dapat memanfaatkannya sebagai inspirasi," saran Kozak.

Fenomena FoMo terjadi ketika Anda membuka akun jejaring sosial lalu mengetahui teman-teman Anda tampaknya asyik membahas sesuatu. Hal tersebut membuat Anda merasa sedih atau tertinggal karena tak dapat mengikuti obrolan itu, bahkan tak tahu apa yang sedang mereka bicarakan.

FoMO merupakan sebuah konsep baru yang merujuk pada kekhawatiran orang-orang jika melihat orang lain terlihat lebih bahagia dan merasakan kepuasan yang lebih besar daripada mereka. Keadaan ini biasanya ditandai dengan keinginan untuk tetap terhubung dengan media sosial secara terus-menerus, terutama untuk mengetahui apa yang orang lain lakukan.

Ketika melihat efek FoMO terhadap kehidupan seseorang, mereka akan lebih cenderung tergoda untuk berkirim SMS dan bertukar email ketika berkendara. Tak hanya itu, orang-orang ini juga lebih mudah teralihkan perhatiannya oleh media sosial saat mendengarkan kuliah dan lebih konsen terhadap penggunaan media sosial ketimbang aktivitas lainnya.

(rou/rou)




Hide Ads