Dubai tak cuma mempercantik diri dengan terus membangun gedung pencakar langit, namun kota di Uni Emirat Arab ini juga telah berubah menjadi salah satu kota futuristik dunia yang dilengkapi dengan dukungan teknologi mutakhir.
Peran besar teknologi dalam mempermudah tata kelola kota telah dipahami betul oleh para petinggi di pemerintahan Dubai. Itu sebabnya, menurut Ahmad bin Byat, Chairman & Smart Dubai Executive Committee, dalam dua dekade terakhir mereka terus berbenah.
Dalam paparannya, ia menyebutkan bahwa di 2020 nanti lebih dari separuh penduduk bumi atau sekitar 5 miliar orang akan terkoneksi internet. Dan di waktu yang sama, akan ada juga 50 miliar perangkat yang juga terhubung Internet of Things (IoT).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, Dubai saat ini telah mengadopsi IoT untuk menunjang kehidupan warga kota yang lebih baik. Mulai dari pengelolaan energi, sumber daya manusia, bahkan untuk memperkuat keamanan. Semua dikendalikan dengan teknologi.
Dubai sendiri memang menyertakan IoT dalam cetak biru (blue print) pengembangan kota. Hal ini sendiri disebut juga mendorong kesiapan Dubai untuk menyambut masyarakat luas, terutama untuk World Expo 2020.
Integrasi IoT di berbagai aspek dalam kota Dubai, termasuk transportasi, ditangani oleh Smart Dubai. Bekerja sama dengan berbagai perusahaan, Smart Dubai telah menghadirkan banyak sekali manfaat yang bisa dirasakan oleh penduduknya dari IoT ini.
Tentu saja, semua implementasi IoT diambil berdasarkan apa yang dibutuhkan oleh kota dan penduduknya dibandingkan dengan apa yang bisa ditawarkan oleh berbagai perangkat kreatif IoT.
"Untuk menjadi Smart City dengan IoT memang tak bisa sendiri. Dubai butuh dukungan semua pihak. Tak mungkin bisa jalan tanpa bermitra dengan public sector, private sector, pemerintah, lembaga edukasi, dan lainnya," papar Ahmad bin Byat.
Itu sebabnya, bukan tanpa alasan Cisco memilih Dubai untuk perhelatan akbar tahunannya ini. Pilihan untuk menggelar IoT World Forum 2015 di kota ini memang untuk memberikan contoh bagaimana seharusnya menggelar Smart City.
"Dubai telah berubah sangat cepat menjadi salah satu kota digital terpandai di dunia. Kota ini telah berhasil menghubungkan segalanya melalui kekuatan jaringan cerdas," kata Anil Menon, President Smart + Connected Communities, Deputy Chief Globalization Officer Cisco, dalam kesempatan yang sama.
Ke depannya, melihat perkembangan perangkat yang terhubung ke Internet dan akan menjangkau lebih dari separuh penduduk dunia dalam beberapa tahun ke depan, langkah adopsi IoT oleh Dubai sejak dini ini dianggap sebagai langkah yang tepat.
"Dubai akan semakin siap menyambut masyarakat dunia dan pergerakan cepatnya," lanjut pria keturunan India itu saat berbincang dengan detikINET dan sejumlah media lainnya dari Asia Pasifik di sela acara.
Menurut riset terbaru dari International Data Corporation (IDC), nilai belanja IoT di Timur Tengah dan Afrika (MEA) diproyeksi tumbuh 22% dari tahun ke tahun sejak 2013 hingga 2018. Angka ini memang lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi pertumbuhan 18% secara global.
Sementara dari sisi investasi, uang yang digelontorkan untuk menjadikan IoT sebagai penunjang inisiatif Smart City itu diperkirakan akan tumbuh 20,7%. Dari USD 5,8 miliar tahun ini menjadi USD 7 miliar di 2016 mendatang.
(rou/fyk)