Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Laporan dari Shenzhen
Belasan Mahasiswa Indonesia Belajar Teknologi di China
Laporan dari Shenzhen

Belasan Mahasiswa Indonesia Belajar Teknologi di China


Fatichatun Nadhiroh - detikInet

Shenzhen -

Dua mahasiswa ini tak menyangka jika terpilih program pendidikan dan pelatihan singkat selama 2 minggu yang dilakukan oleh PT Huawei Tech Investment ke kampus Huawei di China.

Baik Mardiyah Rahmah Tanjung (22) dari UGM Fakultas Teknik jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi dan Yusuf Nugroho (20) dari ITS, mengaku kaget bisa lolos mengikuti program pendidikan dan pelatihan singkat di Kampus Huawei di Shenzhen, China.

Selama dua pekan, mulai 21 November - 4 Desember 2015, mereka mengikuti langsung proses produksi perangkat terbaru, mempelajari budaya China, belajar bahasa mandarin, pertukaran ide dengan mahasiswa lokal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun tidak hanya Rahmah dan Yusuf yang ikut dalam pelatihan ini. Lebih dari 40 mahasiswa di 10 universitas di Indonesia turut serta. Bahkan pelatihan ini diikuti berbagai negara yang jumlah pesertanya lebih dari 1.000 mahasiswa.

"Saya bisa lolos saja sudah cukup dalam seleksi yang sudah saya lalui berkali-kali. Apalagi ditambah diajak ke China, saya anggap ini bonus. Sebab persaingan sangat ketat" kata Yusuf, sulung dari dua bersaudara pasangan Sudiro dan Cholifah kepada detikcom di kampus Huawei China, Sabtu (5/12/2015).

Mahasiswa semester 7 ini juga tak menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar lebih mendalam. Harapannya, dia bisa meneruskan S2 di luar negeri dengan jurusan jaringan.

Sementara Rahmah mengaku kebahagiaannya sangat besar. Di penghujung tahun 2015, dirinya tidak hanya mendapat kesempatan belajar di Tiongkok. Anak ke-2 dari 3 bersaudara pasangan H.Junaedi Tanjung dan Hj. Fitra Linda ini baru saja selesai wisuda November lalu dan mendapat pekerjaan di Jakarta.

"Semua dipermudah. Saya mendapat kesempatan belajar di Tiongkok, diwisuda dan mendapat pekerjaan di XL," jelas Mardiyah usai upacara kelulusan.

Vice President Global Public Affairs Huawei Technologies Co Ltd, David Harmon mengatakan pelatihan ini adalah awal untuk menjalin hubungan dengan China.

"Semoga kerjasama dan pelatihan ini terjalin baik. Kalian dengan Tiongkok sebagai negara dan juga Huawei sebagai perusahaan. Selama ini kerjasama positif ini baik dari sisi pengetahuan dan budaya," tambahnya.

Senior Corporate Communication Manager Public Affairs and Communications Department PT Huawei Tech Investment, Yunny Christine mengaku Program 'Seed for The Future' ini terjalin selama tiga tahun berturut-turut sejak tahun 2011.

"Selain Indionesia, program ini juga diikuti mahasiswa lainnya dari negara Etiopia, Botswana dan Serbia. Secara umum, program singkat ini memberi kesempatan mahasiswa melihat langsung proses operasional dan inovasi Huawei sebagai perusahaan teknologi global. Mereka di sini belajar pengetahuan dasar di bidang teknologi," kata Yunny di sela-sela mendampingi kelulusan para mahasiswa di kampus Huawei.

β€œSecara umum, program pendidikan dan pelatihan singkat ini bertujuan untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa terbaik untuk melihat secara langsung proses operasional dan inovasi Huawei sebagai perusahaan teknologi global,” lanjut Yunny.

Sebanyak 12 mahasiswa terbaik dari Indonesia diseleksi dari pelatihan Huawei Certified Network Associate (HCNA). Pelatihan HCNA ini merupakan bagian dari CSR Student Training Certification dari Huawei yang diikuti 250 mahasiswa.

Mereka berasal dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Brawijaya (UB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Telkom University (Tel U), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Hasanuddin (UNHAS) dan Institut Teknologi DEL (IT DEL).

(fat/afr)





Hide Ads