Untuk merayakan kelahiran anaknya, Max, Mark Zuckerberg membuat yayasan kemanusiaan Chan Zuckerberg Initiative dan berjanji menyumbang 99% saham yang dimilikinya di Facebook secara bertahap. Tapi terindikasi yayasan itu bukan semata dibuat Zuckerberg untuk kemanusiaan.
Dikutip detikINET dari Reuters, yayasan Chan Zuckerberg Initiative adalah sebuah limited liability company. Artinya, tidak seperti yayasan amal tradisional, Chan Zuckerberg Initiative bisa melakukan donasi politik, berinvestasi di bisnis dan juga mendapat untung dari investasi itu.
"Mereka bertindak bukan seperti filantropi tradisional. Mereka mencoba mencapai tujuan filantropi dengan menggunakan sebuah model bisnis," sebut Leslie Lenkowsky, profesor filantropi di Indiana University.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zuckerberg dan istrinya Chan berjanji memberikan 99% saham Facebook yang Zuck miliki, yang saat ini nilainya sekitar USD 45 miliar. Saham itu tidak diberikan sekaligus, tapi secara bertahap sepanjang hidup mereka.
Zuckerberg menyatakan untuk tiga tahun pertama, dia akan menginvestasikan USD 1 miliar per tahun dari sahamnya ke yayasan, yang bisa dijual dalam bentuk uang. Belum jelas organisasi apa saja yang akan dikucuri dana, namun fokusnya dalam hal penyembuhan penyakit, inovasi pendidikan dan memperluas koneksi internet.
Sebelumnya, pasangan itu memang sudah menyumbang banyak uangnya ke rumah sakit atau dunia pendidikan. Tahun 2010, mereka tercatat pernah menyumbang USD 100 juta untuk perbaikan sarana pendidikan di wilayah Newark.
Inisatif Zuck dan Priscilla aktif di kemanusiaan sejak usia sangat muda pun diapresiasi banyak kalangan. Biasanya miliuner baru banyak menyumbang setelah beranjak tua. "Dengan memulai dari usia muda, kami berharap bisa melihat manfaatnya selama masih hidup," kata Zuck.
(fyk/ash)