Priscilla Chan menjalani biduk rumah tangga dengan Mark Zuckerberg, miliarder muda pendiri Facebook, sejak tahun 2012. Ternyata, kisah hidup sang nyonya Zuckerberg punya banyak sisi menarik. Dia adalah putri dari pasangan pengungsi keturunan China-Vietnam.
Sang ayah yang bernama Dennis Chan tiba di Amerika Serikat bersama keluarga pada tahun 1970-an setelah menghabiskan waktu di kamp pengungsian. Dennis kemudian bisa mengumpulkan cukup banyak uang untuk membuka sebuah restoran China.
Priscilla kecil banyak diasuh oleh neneknya karena sang ibu, Yvonne, juga sibuk bekerja. Sejak kecil, Priscila sudah tampak sebagai anak pandai. Gurunya pun terkejut karena pada usia 13 tahun, dia sudah bertekad masuk ke Harvard University yang sangat bergengsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Priscilla bekerja begitu keras dalam pelajaran dan lulus di peringkat tertinggi. Dia kemudian memberiku voucher makan gratis di restoran keluarganya sebagai hadiah," tambah Peter yang detikINET kutip dari DailyMail.
Peter mengungkap Priscilla melakukan apapun yang dibutuhkan untuk masuk ke Harvard. Dan akhirnya, ia memang berhasil diterima menjadi mahasiswa salah satu universitas terbaik di dunia itu.
Dilaporkan, keluarga Priscilla sebenarnya berasal dari kota Xuzhou di propinsi Chandong, China. Mereka pertama kali pindah ke Hong Kong sebelum ke Amerika Serikat. Ayahnya dulu tinggal di Vietnam. Mereka disebutkan berstatus sebagai pengungsi, namun tidak dijelaskan apa alasannya.
Priscilla sendiri lahir di Amerika Serikat. Nasib mempertemukannya dengan Zuckerberg semasa kuliah di Harvard dan akhirnya bersatu jadi suami istri setelah sembilan tahun pacaran. Mereka selalu tampak mesra. Kini kebahagiaan mereka bertambah sempurna dengan kelahiran sang buah hati yang dinamai Maxima Chan Zuckerberg.
(fyk/rns)