Sebagai ajang pembuktian teknologi yang dimilikinya. Uber memamerkan layanan on-demand yang dinamainya Uber Chopper. Meski terbilang menarik karena mengandalkan helikopter sebagai moda transportasinya, nyatanya Uber belum punya rencana mengkomersialkannya.
Lagi-lagi perusahaan teknologi ini beralasan bawah Uber Chopper adalah sebatas pembuktian teknologi yang dimilikinya. Singkatnya, Uber tak sebatas aplikasi untuk transportasi darat, tapi juga bisa diadopsi untuk transportasi udara.
βKami masih belum tahu kapan layanan Uber Chopper benar-benar akan ditawarkan ke pengguna. Tapi ini (Uber Chopper-red.) membuktikan kalau untuk menaiki helikopter sudah bisa dilakukan dengan seujung jari,β kata karun Arya, Communications Lead, SEA dan India, Uber di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta (20/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masing-masing helikopter mampu menempuh durasi perjalanan sampai 1 jam lamanya. Kalau diukur secara jangkauan seluruh wilayah Jabodetabek hingga Bandung bisa dicapai helikopter-helikopter kepunyaan PremiAir.
Namun itu sebatas data-data kemampuan helikopter yang dibeberkan PremiAir. Karena di layanan Uber Chopper, lama perjalanan yang ditempuh disebut Tony D. Hadi, Managing Director PremiAir hanya sekitar 10 menit dari gedung Grand Indonesia sampai ke bandara Halim Perdanakusuma ataupun sebaliknya.
βKerjasama kami dengan Uber ini unik, karena baru Uber di zaman sekarang ini yang berani melakukan terobosan. Kerjasama ini juga membuka peluang baru di bisnis transportasi udara, tepatnya untuk segmen rented aviation. Kerjasama ini juga sifatnya long-term,β ujar Tony.
βNamun kami belum bisa memastikan kapan layanan Uber Chopper akan benar-benar hadir. Sejauh ini kami juga telah memperkenalkan Uber Chopper di beberapa kota besar dunia lainnya, yang di antaranya adalah New York, Austin, Hong Kong, dan lain-lain,β timpal Arya.
(yud/ash)