Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Mengalami Depresi Pasca Berselencar Media Sosial 10 Jam Tiap Hari

Mengalami Depresi Pasca Berselencar Media Sosial 10 Jam Tiap Hari


Arina Yulistara - detikInet

Dok. pribadi Nikki Pedder
Jakarta - Kini hampir semua orang memiliki akun jejaring sosial. Beberapa orang memanfaatkannya untuk mengembangkan bisnis dan sebagian lagi menggunakan media sosial untuk pamer foto di Facebook, Twitter, atau Instagram. Jika sebagian pria maupun wanita merasakan banyak manfaat positif dari media sosial, tidak bagi Nikki Pedder.

Wanita asal Newcastle, Australia itu justru memiliki masalah psikologis setelah berselancar di media sosial. Ia menjadi depresi karena terlalu sering melihat beragam foto dan status orang lain di jejaring sosial. Ketika pergi ke dokter, Nikki didiagnosa memiliki rasa kecemasan dan panik berlebihan.

Masalah psikologis tersebut dialami ibu satu anak itu karena selalu menghabiskan waktu selama kurang lebih sepuluh jam setiap hari di rumah. Nikki tidak bekerja dan ia hanya mengurus rumah dan anak. Oleh sebab itu, ia banyak menghabiskan waktu bermain internet.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rupanya hal itu mempengaruhi kesehatan mentalnya. Nikki merasa menjadi wanita gagal setelah melihat kehidupan orang lain yang lebih bahagia. Ia mengaku iri karena kebahagiaan yang dimiliki oleh banyak orang di luar sana sementara wanita 24 tahun itu hanya membersihkan rumah dan mengurus anak.

Seiring berjalannya waktu, perasaan rendah dirinya semakin berlebihan. Bahkan ia sampai takut untuk keluar rumah dan ingin bersembunyi dari semua orang.

"Ketika aku melihat wanita yang bahagia dan menghabiskan waktu dengan kehidupan yang mewah membuatku merasa seolah-olah kehilangan sesuatu dalam diriku. Aku tidak memiliki kesempatan untuk pergi keluar dan merasakan kehidupan yang glamor. Aku hanya memasak dan membersihkan rumah," ungkap Nikki dilansir dari Daily Mail.

Wanita berambut cokelat itu mengaku merasa benar-benar rendah dan tidak mempunyai motivasi untuk hidup di dunia. "Aku membenci diriku sendiri karena caraku memandang kesempurnaan orang lain," tambahnya.

Untuk mengobati perasaannya, Nikki juga berbagi foto selfie ke media sosial. Ia pun merasa lebih baik ketika ada yang mengomentarinya bahwa penampilannya terlihat cantik. Namun saat tidak ada yang berkomentar ia diserang rasa panik dan bersedih.

Sang ibunda, Nikkole Pedder, mengatakan khawatir melihat keadaan putrinya. Ia kemudian mengajak Nikki untuk terapi dan harus menjalani enam sesi pengobatan.

Setelah terapi, keadaan Nikki jauh lebih baik dari sebelumnya. Seperti trauma, ia tidak lagi menggunakan internet kecuali berkomunikasi dengan teman dekat atau keluarga di media sosial. Ia juga berusaha menghabiskan waktu untuk anaknya, Oscar, agar bisa merasa lebih bahagia. Nikki kini tinggal di rumah orangtuanya dan mengaku merasa lebih baik daripada dahulu ketika kecanduan media sosial.

"Hidupku jauh lebih baik karena aku sekarang bisa keluar dan menghabiskan waktu dengan anakku. Aku lebih menikmati waktuku untuk melihat perkembangan anakku setiap hari," pungkasnya.

(jsn/ash)




Hide Ads