BERITA TERBARU
Selasa, 03 Nov 2015 14:21 WIB

Catatan dari Mountain View

Target Utama Sang Raksasa Itu Adalah Indonesia

Ardhi Suryadhi - detikInet
Caesar Sengupta. (ash/detikINET) Caesar Sengupta. (ash/detikINET)
Jakarta - Memburu the next billion user -- itulah ambisi tinggi yang dicanangkan Google dalam beberapa tahun ke depan. Menariknya, Indonesia berada di jajaran teratas untuk menggolkan target raksasa internet tersebut.

Memang, Indonesia tak sendiri. Ada pula India dan Brasil untuk melengkapi daftar tiga besar target menambah miliaran pengguna baru Google tersebut.

Vice President Product Management Google Caesar Sengupta mengungkapkan, misi the next billion user ini memang menyasar negara berkembang. Karakteristik pasar yang dituju pun berbeda dari pencapaian next billion user Google edisi pertama.

Saat mengejar miliaran pengguna di tahap pertama, Google melihat pengguna memulainya dari komputer desktop, lalu berlanjut ke laptop dan ponsel. "Namun pada next billion user yang sekarang kita kejar, komputer pertama yang mereka pakai adalah ponsel," terang Caesar.

"Next billion user Google akan datang dari negara-negara seperti India, Brasil dan Indonesia. Karakteristik next billion user ini berbeda dengan yang sudah kita capai sebelumnya, yakni lebih berorientasi pada perangkat mobile dan selalu terhubung. Jadi kita harus berpikir bagaimana bisa merebut hati mereka," jelas Caesar saat berbincang dengan sejumlah media dari Indonesia -- termasuk detikINET -- di Mountain View, California, Amerika Serikat.

Hal itu sejatinya bisa dilihat dari sejumlah produk yang telah diluncurkan Google beberapa waktu belakangan. Sebut saja seperti Google Map offline, YouTube offline serta Android One.

Dimana di India, Indonesia dan Brasil akses internet belum semewah Amerika dan negara-negara di Eropa, sehingga layanan yang ditawarkan juga harus bisa diakses dalam kondisi internet byar-pet. Makanya disediakan versi offline-nya.

"Indonesia jadi salah satu fokus Google untuk meraih next billion user. Lihat saja layanan Google Search Lite, yang bisa mengkompresi data sampai 80% dan kecepatan meningkat empat kali lipat. Ada pula YouTube Offline, Indonesia jadi salah satu negara pertama yang mencicipinya," terang Caesar.

Termasuk Android One yang juga diposisikan sebagai perangkat murah meriah bagi peminat gadget yang melihat harga sebagai isu utama. Sementara ke depannya, Google sudah punya ancang-ancang untuk menggeber Chromebook yang mengincar dunia pendidikan di Indonesia.

"Cara kita sederhana, bikin produk yang tepat dan user akan mengapresiasinya," imbuhnya.

Jika melihat karakteristik India, Brasil dan Indonesia memang punya banyak persamaan dalam berbagai hal. "Mulai dari kelas menengah yang besar, tipe device yang suka dibeli, segmen menengah ke bawah jadi perangkat paling laku. Sampai lokasi user untuk membelinya yang masih mengandalkan toko retail, meski bisnis online juga mulai tumbuh," Caesar memaparkan.

Selain itu, pengguna dari kalangan muda juga disebut menjadi generator utama lantaran jadi pengadopsi teknologi paling cepat. "Segmen muda ketiganya (India, Brasil dan Indonesia) sangat besar dan mewakili masa depan. Mereka punya keinginan untuk mencoba banyak hal," lanjutnya.

Sementara beberapa hal yang berbeda dari ketiga negara tersebut antara lain GDP per kapita, infrastruktur, dan transportasi publik. "Yang kami ingin lakukan saat ini adalah meluncurkan produk yang coba mengerti persamaan dan perbedaan ini sehingga cocok dengan pasar mereka," tutup Caesar.

(ash/fyk)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed