Senin, 02 Nov 2015 13:39 WIB

Catatan dari Mountain View

Kerja di Google: Perut Kenyang, Bolos pun Bebas

Ardhi Suryadhi - detikInet
Jakarta - Google, selain dikenal sebagai raksasa teknologi dunia juga kerap kali masuk di jajaran paling atas sebagai perusahaan paling diidamkan untuk tempat bekerja. Memang seperti apa sih rasanya bekerja di Google?

Kebetulan, detikINET berkesempatan menyambangi markas besar Google di Mountain View, California, Amerika Serikat untuk beberapa hari. Hasilnya? Karyawan Google memang sangat dimanja.

Bagaimana tidak? Segala fasilitas lengkap layaknya hotel tersedia di area perkantoran perusahaan yang didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin ini. Mulai soal makanan, fasilitas olahraga, laundry, permainan, day care untuk anak, sampai tempat untuk berleyeh-leyeh. Pokoknya semuanya lengkap!

Perjalanan detikINET dimulai dari kampus Google di gedung 2000 yang menjadi markas untuk tim Google Search. Perkantoran Google terbentang luas di Mountain View, jadi untuk memudahkan, setiap gedung punya sebutan dan mayoritas disebut dengan angka.

Untuk masuk ke gedung perkantoran Google, tentu tak bisa sembarangan. Untuk perusahaan sekaliber Google, bisa dibilang, sangat jarang petugas keamanan yang berjaga. Memang tim security tetap ada, namun petugas yang berseragam kaos polo shirt biru tersebut lebih sering mobile ke berbagai tempat.

Jadi untuk masuk, Anda harus memiliki tanda pengenal karyawan Google. Setelah itu, baru mendaftar sebagai tamu dan disebutkan pula nama karyawan Google yang mengundang Anda (host).

Bagian dalam kantor Google didesain tak seragam, yang pasti santai dan casual. Mereka yang mau membawa masuk sepeda dan hewan peliharaan pun bisa dengan bebas melakukannya. Nah, ini yang juga bagian yang paling menarik, yakni micro kitchen yang ada di setiap lantai. Ya, dapur mini yang menyediakan beragam makanan dan minuman terhampar di sini. Karyawan dan pengunjung tentu dapat menikmatinya tanpa ada embel-embel tagihan. Semuanya gratis.



Menurut Amanda Surya, karyawan Google asal Indonesia, Google memang sengaja membuat dapur mini di setiap lantai. Yakni agar para karyawan dapat lebih efektif dan fokus untuk bekerja tanpa harus memikirkan perut lapar. "Jadi kalau sedang terburu-buru, tinggal mampir ke micro kitchen dan langsung meeting," ujarnya saat ditemui detikINET bareng IndoGooglers lainnya di Mountain View.

Di gedung Google lainnya, detikINET malah menemukan satu ruangan khusus yang berisi mesin gaming lawas, meja pingpong dan pinball. Aturannya sama, silakan main kapan pun Anda mau. Bebas!



Sepeda dan Kantin Penuh Ide

Berlanjut ke bagian luar, berderet taman yang dilengkapi dengan tempat duduk untuk bersantai. Di area ini pula kadang jadi 'meja kerja' dadakan bagi karyawan yang butuh udara segar. Ditambah akses internet WiFi yang mengerubungi seluruh Googleplex, sepertinya kerja di mana pun tak jadi masalah bagi para Googlers.

Penasaran, detikINET ikut menjajal akses WiFi gratisan Google untuk para tamunya. Tebak berapa kecepatannya? Tembus 182 Mbps untuk download dan 176 Mbps untuk upload! Ya, itu untuk internet gratisan untuk para pengunjung lho. Apalagi untuk koneksi para karyawannya.

Di depan gedung, biasanya banyak terparkir sepeda khas Google yang bercorak merah, kuning dan hijau. Siapapun bisa memakainya, tak perlu izin.

Sepeda inilah yang menjadi kendaraan para karyawan Google untuk berpindah dari satu gedung ke gedung lainnya. Jadi sepanjang hari, Anda bakal melihat banyak karyawan Google yang asyik gowes. Kring-kring.



Sementara bagi mereka yang suka berolahraga, Google juga menyediakan lapangan untuk mencari keringat. Bahkan, saat detikINET sampai ke kantor Google sekitar jam 9 pagi, sudah ada yang bermain voli di lapangan yang disediakan. Dan para karyawan itu masih tetap mencari keringat saat jam menunjukkan pukul 12 siang.



Lantas, kapan kerjanya? Nah, inilah yang unik dari budaya kerja di Google. Menurut Hamdani Rosyid, orang Indonesia yang sudah 2 tahun bekerja di kantor pusat Google, sang raksasa internet memang sangat fleksibel soal jam kerja.

"Karyawan dibebaskan mengatur jam kerjanya. Mau datang jam berapa, mau berapa jam kerja dalam sehari, yang penting kerjaan dan proyek yang sedang dikerjakan selesai pada waktunya. Google memberi kepercayaan ke karyawan untuk bisa mengatur waktu kerjanya sendiri," jelas Dani -- sapaannya saat berbincang dengan detikINET.

Tak ayal, banyak karyawan Google justru terlihat malah bersenang-senang saat jam kerja. Entah itu berolahraga, main game, ataupun menghadiri aktivitas lain. Ini bukan lantaran mereka malas bekerja.

Ketika jam makan siang, karyawan Google pun langsung menyerbu gedung yang menjadi kantin massal. Ada beberapa lokasi yang disediakan, tak cuma di satu titik. Di sinilah, Anda bakal melihat keragaman karyawan Google.



Amanda, yang sudah menjadi IndoGooglers selama 9 tahun mengungkapkan bahwa budaya Google yang paling kentara itu adalah sikap keterbukaan dan kolaboratif. Hal ini juga berlanjut ke urusan meja makan, dimana diharapkan ada interaksi di antara para karyawan dan ujung-ujungnya dapat berkolaborasi satu sama lain.

"Di sini kan kita bisa duduk bersama-sama, mengobrol, tukar pikiran, jadi sengaja untuk didorong untuk itu. Kalau kita pergi keluar untuk mencari makan itu kan sendiri-sendiri. Sedangkan kalau bareng-bareng bisa mengobrol dengan banyak orang dan bisa dapat ide, oh iya, kenapa gak kayak gitu ya?" ujar ibu dengan dua anak ini.

(ash/fyk)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed