Berdasarkan informasi dari Bernard Loesi, staf Kedutaan Besar Republik Indonesia di San Francisco, AS, yang mengiringi kunjungan itu, pembahasan antara lain berkaitan dengan timah di Bangka dan Belitung.
Ia sendiri ikut menemani delegasi yang dipimpin Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat bertemu pihak Apple yang diwakili oleh Senior Vice President of Operations Jeff Williams di kantor pusat Apple, di Infinite Loop, Cupertino, California, AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Timah merupakan salah satu komponen penting dalam pembuatan gadget Apple seperti iPhone dan iPad. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara dengan penghasil timah terbesar di dunia.
Tercatat pada 2014, pengguna ponsel di Indonesia sebesar 281 juta. e-marketer menyampaikan, pengguna smartphone di Indonesia mencapai 55 juta orang dengan pertumbuhan 37% per tahun. Kondisi ini membuka kesempatan Apple untuk lebih agresif memasarkan smartphone di pangsa pasar Indonesia yang masih terbuka lebar.
Untuk mengikuti peraturan TKDN yang akan berlaku 2017 mendatang, tercatat beberapa pemain smartphone ternama dunia seperti Samsung, Oppo, dan Haier telah membuka pabrik di Indonesia. Hal serupa dilakukan oleh produsen ponsel asal Indonesia seperti Advan, Axioo, Evercoss, Mito dan Polytron.
Namun, dalam pertemuan ini Apple tak membuka omongan soal membangun pabrik. Meski demikian, mereka membahas rencana Apple untuk membangun Pusat Penelitian dan Pengembangan Aplikasi iOS di Indonesia dalam waktu dekat.
"Investasi Apple di bidang Pusat Penelitian akan meningkatkan kemampuan SDM Indonesia untuk mengembangkan perangkat lunak (software), khususnya yang berbasis iOS," jelas Menkomindo Rudiantara.
Untuk urusan ini, Apple akan menanamkan investasi dan berkerjasama dengan universitas-universitas di Indonesia. Pusat pengembangan Apple model seperti ini sebelumnya sudah dilakukan di Brasil. Jika pusat pengembangan Apple jadi berdiri di Indonesia, ini akan menjadi yang pertama di Asia.
(rns/rou)