Tak lama setelah pengumuman Jack Dorsey sebagai CEO Twitter, saham Twitter naik 2,36% ke angka USD 26,93 di lantai bursa Wall Street Senin sore waktu Amerika Serikat.
"Dia bisa membawa Twitter ke arah yang diperlukan. Saya menyukai orang ini," komentar salah satu investor bernama Jim Cramer yang juga Manager Action Alerts PLUS Charitable Trust Portfolio, seperti dikutip dari The Sreet, Selasa (6/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Costolo yang menduduki posisi CEO Twitter sejak 2010, telah memutuskan untuk mundur karena terus menghadapi tekanan dari para investor. Memang di eranya, pertumbuhan pengguna Twitter tak sebesar yang diharapkan.
Twitter masuk bursa saham New York pada 2013 dan pada April lalu mengumumkan kerugian bersih USD 162 juta. Kerugian tersebut kabarnya ikut membatalkan rencana mereka untuk pindah ke kantor baru di San Francisco, Amerika Serikat. Twitter saat ini sedang memutar otak untuk meningkatkan pertumbuhan bisnisnya.
(rns/fyk)