Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Klaim Rakyat Malaysia Suka Internet Lambat, Menteri Dikecam

Klaim Rakyat Malaysia Suka Internet Lambat, Menteri Dikecam


Fino Yurio Kristo - detikInet

Salleh (thestar)
Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia Datuk Seri Dr Salleh Said Keruak jadi sorotan. Pasalnya, ia mengeluarkan pernyataan kontroversial kalau sebagian besar rakyat Malaysia suka dengan internet lambat.

"Sebenarnya ada banyak pilihan kecepatan internet yang bisa dipilih rakyat Malaysia tapi sekitar 71% pengguna internet Malaysia lebih memilih paket broadband lambat yang menawarkan kecepatan antara 384 Kbps sampai 1 Mbps," tulis Salleh di blognya.

Salleh menanggapi kritikan dari Menteri Utama Penang Lim Guan Eng, bahwa internet Malaysia tak bisa diandalkan. Sebab menurut laporan riset terbaru dari Akamai, kecepatan internet Malaysia hanya menempati posisi ke-80 secara global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lim pun menuding Salleh tidak becus menangani infrastruktur internet di negeri jiran itu. "Salleh sepertinya tidak peduli dengan infrastruktur internet Malaysia yang buruk," kata Lim seperti dikutip detikINET dari The Star, Kamis (1/10/2015).

Salleh pun panas mendengar komentar tersebut. Menurut dia rakyat Malaysia cenderung lebih suka internet lambat dan berbiaya murah dibanding sebaliknya.

"Di Singapura dan Thailand, kecepatan minimum antara 4 sampai 5 Mbps. Di Malaysia hanya 384 Kbps. Kita sebenarnya bisa meningkatkan kecepatan minimum sampai 5 Mbps misalnya dan memaksa rakyat membeli paket internet cepat ini. Tapi itu berarti biaya lebih tinggi dan internet hanya akan tersedia bagi mereka yang mampu membayarnya," papar Salleh.

Dia menyatakan rakyat bisa saja membeli paket internet kecepatan 20 Mbps. "Namun kebanyakan orang Malaysia tak memilihnya dan lebih suka internet yang lambat dan murah," tambahnya lagi.

Salleh menambahkan kalau Malaysia menargetkan pada tahun 2020 mendatang setidaknya 95% rakyat telah terhubung dengan akses internet, dan 50% penghuni perkotaan dan 20% wilayah pedesaan memiliki koneksi internet broadband 100 Mbps.

Jawaban Salleh itu dianggap menggelikan oleh Lim. Ia menyatakan tak masuk akal kalau rakyat Malaysia suka internet lambat. Ia pun meminta Salleh mundur saja dari posisinya karena tak pantas menjabat sebagai Menteri Komunikasi.

"Bagaimana mungkin rakyat Malaysia tak ingin internet yang lebih cepat? Pernyataannya menunjukkan kalau dia tidak cocok menjadi menteri yang mengurusi komunikasi dan multimedia," kritik Lim.

(fyk/ash)




Hide Ads